Gen Z Palembang Melek Investasi, Nabung Emas Digital Naik 10 Persen

- Gen Z Palembang semakin melek investasi dengan tren menabung emas digital naik sekitar 10 persen, terutama lewat aplikasi Byond yang dianggap fleksibel dan mudah digunakan.
- Layanan tabungan emas BSI menawarkan pilihan emas digital maupun cicilan emas fisik, dengan nominal mulai Rp50 ribu dan periode cicilan minimal satu tahun untuk berbagai ukuran gramasi.
- Data Bank Syariah Indonesia menunjukkan pertumbuhan investasi emas nasional meningkat signifikan lebih dari 56 persen year on year sejak peluncuran tabungan emas pada Februari 2025.
Palembang, IDN Times - Anak muda berusia 19 tahun di Palembang kini mulai melek investasi. Bahkan tren kaum Gen Z sudah beralih menabung dengan aman lewat tabungan emas digital.
"Beberapa bulan ini, nasabah Gen Z mayoritas memilih menabung emas lewat layanan tabungan digital lewat aplikasi Byond, karena lebih fleksibel," ujar Pawning Sales Officer BSI Simpang Patal Palembang, Anna Nafsiah, Jumat (5/6/2026).
1. Nasabah tabung emas bisa beli emas mulai 0,02 gr

Melihat dari animo anak muda yang mulai memilih investasi aman lewat emas untuk menjaga nilai inflasi dan memanfaatkan kemudahan, peningkatan menabung emas digital naik sekitar 10 persen.
"Nasabah bisa nabung mulai Rp50 ribuan mulai gramasi rendah misalnya 0,02 gram," kata dia.
2. BSI sesuaikan minat investasi emas terhadap permintaan nasabah

Anna menyampaikan bahwa layanan tabungan emas melalui aplikasi terbagi ke dalam beberapa fitur. Apabila nasabah ingin memiliki emas fisik secara langsung, bisa dengan layanan cicilan emas dengan periode cicilan mulai dari setahun, dengan gramasi cicilan untuk emas batangan seperti Antam ukuran 5 gram.
"Jadi, tinggal nasabahnya mau gimana, tergantung nasabah, mau yang fisik dari cicil atau sistem emas digital," jelasnya.
3. Kalangan freelance mayoritas pilih tabung emas digital

Secara umum, perbandingan nasabah dengan peminat cicilan emas maupun tabungan emas hampir merata. Tetapi secara animo, biasanya nasabah emas digital lebih banyak dipilih oleh anak muda dan cicilan emas di kalangan usia matang seperti nasabah ibu rumah tangga atau ibu pekerja.
"Emas digital (nasabah) ada yang dari anak-anak kuliah. Mereka menyisihkan uang jajan untuk ditabung menjadi emas. Ada juga mereka (Gen Z) yang freelance memilih emas digital karena lebih simple," kata Anna.
Sementara berdasarkan data nasional Bank Syariah Indonesia, nasabah yang memanfaatkan fitur emas digital dan investasi emas menunjukkan tren positif. Yakni dalam setahun terakhir sejak tabungan emas diluncurkan pada 26 Februari 2025, pertumbuhan emas bullion naik secara signifikan dengan angka lebih dari 56,22 persen secara year-on-year (yoy) hingga Januari 2026.















