Herman Deru Serahkan Penyelidikan Kecelakaan Bus ALS ke Polisi

- Gubernur Sumsel Herman Deru menolak membahas penyebab kecelakaan bus ALS dan menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada pihak kepolisian.
- Kecelakaan terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Karang Jaya, Musi Rawas Utara, saat bus ALS menabrak truk tangki BBM hingga terbakar hebat.
- Penyelidikan awal polisi menduga kecelakaan disebabkan faktor human error karena sopir bus menghindari lubang jalan, sementara identifikasi korban masih berlangsung melalui pencocokan DNA.
Palembang, IDN Times - Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, tak ingin membahas detail penyebab kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatra (ALS) dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatra, Karang Jaya, Musi Rawas Utara (Muratara), pada Selasa (6/5/2026) kemarin.
Menurutnya, proses dan wewenang evaluasi penyebab kecelakaan yang terjadi sepenuhnya tanggung jawab kepolisian. Tim forensik pun katanya, akan merilis resmi faktor-faktor yang jadi akibat dalam insiden kecelakaan bus ALS. Apalagi lokasi TKP bukan wilayah provinsi, melainkan jalur lintas milik pemerintah pusat.
"Itu Jalan nasional penghubung antar provinsi," ujarnya saat meninjau proses identifikasi korban kecelakaan Bus ALS di RS Bhayangkara Palembang, Kamis (7/5/2026).
1. Deru tidak mau berspekulasi

Deru enggan menyampaikan rinci terkait kecelakaan Bus ALS karena penyebab kecelakaan tidak dapat diinformasikan dengan spekulasi. Apalagi kata dia, jalan nasional dalam insiden yang terjadi karena jalan berlubang.
Deru mengklaim, kondisi jalan di wilayah kecelakaan itu dalam kondisi 90 persen baik.
“Penyebab lakanya ini karena lubang atau hal lain, bukan ranah kita menjelaskan, nunggu proses penyelidikan polisi. Secara umum jalan itu baik, Sumsel di atas 90 persen baik jalan kondisi mantap," jelas dia.
2. Dugaan awal kecelakaan karena ada human error

Dari berita sebelumnya, kecelakaan bus ALS yang terbakar hebat terjadi karena bus menabrak truk tangki BBM milik PT Seleraya di Jalan Lintas Sumatra, Karang Jaya, Karang Jaya, Musi Rawas Utara. Kecelekaan disebabkan adanya dugaan bus menghindari lubang sehingga mengambil lajur sebelah kanan.
"Dari hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga karena faktor human error, di mana pengemudi Bus ALS berupaya menghindari lubang di badan jalan lalu mengambil jalur kanan," ujar Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.
3. Proses pencocokan data kecelakaan Bus ALS sulit karena luka bakar korban

Sementara kata Kabid Dokkes Polda Sumsel, AKBP Andrianto, bagi keluarga korban yang telah teridentifikasi, saat ini belum bisa langsung membawa jenazah untuk dibawa pulang. Sebab tim forensik bersama sejumlah dokter gabungan dari Palembang dan Jakarta masih harus mencocokkan identitas dan menyesuaikan DNA korban agar dalam proses serah terima jenazah berjalan lancar.
"Proses pencocokan data cukup sulit. Karena rata-rata korban mengalami luka bakar serius. Ini bukan soal durasi saja (pemeriksaan forensik) tapi menyamakan semua hasil pemeriksaan data dan identitas dari keluarga," kata dia.
















