Nyaris Gagal, Jemaah Kloter 1 Sumsel Terbang ke Tanah Suci

- Satu jemaah Kloter 1 Palembang sempat dirujuk karena kondisi kesehatan, namun akhirnya dinyatakan layak terbang dan ikut berangkat ke Tanah Suci pada Rabu pagi.
- Total 443 orang diberangkatkan dalam Kloter 1, terdiri dari 438 jemaah, empat petugas kloter, dan satu petugas haji daerah menggunakan pesawat Boeing 777.
- Pihak bandara memberikan layanan fast track bagi jemaah lansia dan berisiko tinggi untuk memastikan kenyamanan serta kelancaran proses keberangkatan.
Palembang, IDN Times - Seorang jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Palembang sempat terancam batal berangkat ke Tanah Suci setelah harus dirujuk akibat kondisi kesehatan. Namun, setelah menjalani perawatan, jemaah tersebut dinyatakan layak terbang dan akhirnya tetap diberangkatkan bersama rombongan pagi ini Rabu (22/4/2026).
"Ada satu jemaah kemarin sempat dirujuk, tapi sekarang kondisinya sudah layak terbang dan bisa diberangkatkan ke Tanah Suci," ungkap Kepala Bidang Bina Pengendalian Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatra Selatan, Muhibullah.
1. Total ada 443 orang yang berangkat

Muhibullah menjelaskan, total jemaah yang diberangkatkan dalam Kloter 1 berjumlah 443 orang. Rinciannya terdiri dari 438 jemaah, empat petugas kloter, dan satu petugas haji daerah (PHD).
"Total sesuai manifes 443 jemaah. Mudah-mudahan seluruh jemaah diberikan kemudahan dalam menjalankan ibadah dan dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat," jelasnya.
2. Gunakan Boeing 777 ke Tanah Suci

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional SMB II, Ahmad Syaugi Shahab menyebutkan, jemaah diberangkatkan menggunakan pesawat berbadan lebar jenis Boeing 777. Pesawat tersebut dijadwalkan melakukan pengisian bahan bakar di Medan sebelum melanjutkan penerbangan ke Arab Saudi.
"Ke Timur Tengah tidak ada penambahan jam. Setelah ini Kualanamu Medan baru direct (Tanah Suci)," bebernya.
3. Dahulukan lansia dan risti

Selain itu, pihak bandara juga memberikan layanan khusus bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti). Mereka mendapatkan fasilitas fast track, termasuk jalur khusus hingga proses naik ke pesawat untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran keberangkatan.
"Secara umum semua proses (keberangkatan dan persiapan) berjalan lancar," jelasnya.


















