Perbaikan Tol Kayuagung kini 93,5 persen, Target Mulus Sebelum Lebaran

Pekerjaan sudah memasuki tahap pengaspalan sebagai bagian akhi
Tahap pengaspalan yang tengah berlangsung dilakukan dengan standar teknis
Volume kendaraan di ruas Kayuagung terus meningkat signifikan
Ogan Komering Ilir, IDN Times -‎ PT Waskita Sriwijaya Tol (WST) memastikan progres perbaikan di ruas Tol Kayuagung–Palembang terus menunjukkan perkembangan signifikan menjelang arus mudik Idul Fitri 2026. Hingga akhir Februari, progres pekerjaan perbaikan pada area Slab on Pile KM 345+150 hingga KM 349+850 telah mencapai 93,5 persen.
Saat ini, pekerjaan memasuki tahap pengaspalan sebagai bagian akhir dari proses peningkatan kualitas jalan. Percepatan pekerjaan dilakukan agar seluruh proses perbaikan dapat rampung paling lambat H-10 sebelum Lebaran.
1. Tahap pengaspalan yang tengah berlangsung dilakukan dengan standar teknis

Manajer Operasional PT Waskita Sriwijaya Tol, Sabdo Hari Mukti, mengatakan, target tersebut dipasang guna memastikan jalur utama penghubung Sumsel tetap nyaman dan aman dilintasi saat puncak arus mudik.
"Tahap pengaspalan yang tengah berlangsung dilakukan dengan standar teknis untuk memastikan permukaan jalan lebih rata dan stabil. Perbaikan area Slab on Pile ini juga bertujuan meningkatkan daya tahan konstruksi serta meminimalisir potensi gangguan lalu lintas ke depan," ujarnya.
2. Volume kendaraan di ruas Kayuagung terus meningkat signifikan

Dengan progres yang hampir menyentuh 100 persen, pihaknya optimistis ruas Tol Kayuagung–Palembang akan siap sepenuhnya menyambut lonjakan kendaraan pada periode mudik dan arus balik Lebaran 2026. Dengan rampungnya proyek ini diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran mudik, tetapi juga memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumsel
"Ruas Tol Kayuagung-Palembang merupakan salah satu jalur strategis di Sumsel yang menjadi bagian dari jaringan Tol Trans Sumatra. Setiap musim mudik, volume kendaraan di ruas ini meningkat signifikan, terutama kendaraan pribadi dan angkutan logistik," jelasnya.
3. Pengaturan lalu lintas dilakukan secara terkontrol dengan rambu dan petugas di lapangan

Selain itu, WST menekankan bahwa aspek keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama. Maka, selama proses pekerjaan berlangsung, pengaturan lalu lintas dilakukan secara terkontrol dengan rambu dan petugas di lapangan guna menghindari kepadatan.
"Pengguna jalan diimbau untuk tetap mematuhi batas kecepatan, memperhatikan rambu sementara di lokasi pekerjaan, serta memastikan kondisi kendaraan prima sebelum melakukan perjalanan jarak jauh," ungkap Sabdo.

















