Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kemarau Ekstrem di Muba, Warga Kesulitan Air Akibat Sumur Mengering

Kab. Musi Banyuasin
Kemarau Ekstrem di Muba, Warga Kesulitan Air Akibat Sumur Mengering
Warga Sekayu saat mengecek kondisi sumurnya yang semakin mengering akibat kemarau. (Dok. IDN Times)
  • Pompa air yang harus dinyalakan lebih lama membuat konsumsi listrik menjadi lebih besar

  • Tak hanya di Sekayu, kekeringan akibat kemarau turut melanda sejumlah daerah lainnya di Muba

  • PDAM menyiagakan sejumlah armada untuk melakukan suplai air bersih kepada warga

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Musi Banyuasin, IDN Times - Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mulai berdampak pada kebutuhan air bersih masyarakat, terutama bagi yang selama ini mengandalkan sumur sebagai sumber air sehari-hari. Sebagian masyarakat mulai merasakan debit air menurun dan membutuhkan waktu lama untuk menyedot air sumur menggunakan pompa.

Kondisi tersebut membuat warga harus mencari waktu tertentu ketika persediaan air di dalam sumur lebih banyak agar dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga. Bahkan beberapa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air dari PDAM dan memasukkannya ke sumur agar kebutuhan air tetap terpenuhi.

  1. 1. Pompa air harus dinyalakan lebih lama untuk menyedot air sumur

    Warga Sekayu saat mengecek kondisi sumurnya yang semakin mengering akibat kemarau.
    Warga Sekayu saat mengecek kondisi sumurnya yang semakin mengering akibat kemarau. (Dok. IDN Times)

    Salah satu warga Sekayu, Aji, mengatakan sudah sepekan lebih kondisi sumurnya tidak bisa digunakan seperti biasanya. Air dalam sumur sebenarnya masih ada, namun jumlah yang tersedia tidak langsung dapat disedot dalam jumlah banyak sehingga pompa harus bekerja lebih lama.

    "Airnya itu ada, tapi perlu waktu lama untuk menyedotnya. Karena itu, pompa air yang harus dinyalakan lebih lama membuat konsumsi listrik menjadi lebih besar, jadi memilih menyedot air pada waktu subuh," ujarnya.

  2. 2. Warga terpaksa mengeluarkan uang lebih untuk membeli air bersih

    Kondisi air PDAM di Sekayu, Kabupaten Muba yang mengecil selama musim kemarau 2026.
    Kondisi air PDAM di Sekayu, Kabupaten Muba yang mengecil selama musim kemarau 2026. (IDN Times/Yuliani)

    Perubahan kondisi air sumur juga dirasakan Iriansyah, salah satu pengusaha kos-kosan di Sekayu yang selama ini memanfaatkan sumur untuk memenuhi kebutuhan air para penghuni. Sejak tiga hari terakhir, Iriansyah harus mengisi air PDAM ke sumur dengan kapasitas 3.000-5.000 liter.

    "Sumur kami bukan sepenuhnya kering. Air masih terdapat di dalam sumur, tetapi debitnya tidak maksimal sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan seperti saat kondisi normal. Jadi, sudah 3 hari ini mengeluarkan uang lebih untuk membeli air sebesar Rp200-300 ribu per tangki," terangnya.

    Tak hanya di Sekayu, kekeringan akibat kemarau turut melanda sejumlah daerah lainnya di Muba. Seperti di Kecamatan Tungkal Jaya, kondisi sumur sudah mengering dan dikeluhkan sejumlah warga.

    Merespons bencana kekeringan yang terjadi, Polsek Tungkal Jaya melalui Bhabinkamtibmas Aipda Patoni telah menyalurkan sebanyak 15 ribu liter air bersih kepada masyarakat. Air bersih tersebut diberikan setelah masyarakat menyampaikan permintaan bantuan kepada pihak kepolisian karena kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

  3. 3. Polsek Tungkal Jaya salurkan air bersih atas permintaan masyarakat

    Polsek Tungkal Jaya saat menyalurkan sebanyak 15 ribu liter air bersih kepada masyarakat.
    Polsek Tungkal Jaya saat menyalurkan sebanyak 15 ribu liter air bersih kepada masyarakat. (Dok. Polsek Tungkal Jaya)

    Kapolsek Tungkal Jaya Iptu Imamsyah, menjelaskan, bantuan tersebut diberikan setelah pihaknya menerima informasi mengenai kesulitan air bersih yang dialami masyarakat.

    "Kami menerima permintaan dari masyarakat yang membutuhkan air bersih. Karena itu, kami berusaha membantu dengan menyalurkan air sebanyak 15 ribu liter," ucap Imamsyah, Jumat (4/9/2026).

    Lanjutnya, kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, tetapi juga dengan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.

    "Semoga air yang disalurkan ini bisa membantu kebutuhan masyarakat dan sedikit meringankan kesulitan yang mereka alami akibat musim kemarau," ujarnya.

    Terpisah, Direktur Teknik Perumda Tirta Randik, Ali Khomani, mengatakan dalam mengatasi bencana kekeringan ini pihaknya menyiagakan sejumlah armada untuk melakukan suplai air bersih kepada warga. Bahkan untuk sejumlah booster yang air bakunya telah mengalami kekeringan, sudah disiapkan armada untuk membagikan air.

    "Satu unit mobil air kita standby untuk mendistribusikan air jika dibutuhkan. Termasuk dalam membantu pemadaman di sejumlah daerah, mobil tangki kita siapkan," ungkapnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More