Ratusan Siswa di Agam Keracunan MBG, 2 Dirujuk ke Rumah Sakit

- Sebanyak 283 siswa di Kabupaten Agam diduga keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis pada 2 September 2026, dengan keluhan sakit perut, mual, dan pusing.
- Sebagian besar siswa telah dipulangkan setelah mendapat pertolongan di puskesmas, sementara dua siswa dirujuk ke RSUD Bukittinggi dan masih menjalani perawatan.
- Penyelidikan sementara mengarah pada proses pembuatan, pengemasan, hingga distribusi makanan yang terlalu lama; kegiatan SPPG dihentikan sementara sambil berkoordinasi dengan BGN.
Padang, IDN Times - Ratusan siswa di Kabupaten Agam, Sumatra Barat kembali menjadi korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (2/9/2026).
"Ya memang kemarin ada sebanyak 283 orang siswa kita yang jadi korban keracunan dan dibawa ke puskesmas," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Agam, Lutfi AR saat dihubungi IDN Times, Kamis (3/9/2026).
Ia mengatakan, saat ini sebagian besar para siswa yang diduga keracunan tersebut sudah dipulangkan usai mendapatkan pertolongan dari tim kesehatan.
1. Dugaan keracunan

ilustrasi keracunan makanan (pexels.com/kaboompics) Lutfi mengatakan, dugaan keracunan tersebut diketahui saat banyaknya siswa yang mengeluh sakit perut, mual dan pusing usai menyantap makanan MBG.
"Karena itu, mereka langsung dibawa ke Puskesmas untuk diperiksa dan diberikan pertolongan pertama oleh tim dari Puskesmas," katanya.
Menurutnya, setelah mendapatkan pertolongan tersebut, beberapa siswa langsung diperbolehkan untuk pulang karena sudah dinyatakan aman.
2. Sebanyak 2 siswa dirujuk ke RSUD

Menu MBG di SDN 129 Palembang (IDN Times) Sementara dua siswa lainnya yang menjadi korban dalam kejadian keracunan MBG tersebut, menurut Lutfi, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bukittinggi.
"Kemarin itu masih ada 2 orang yang dirujuk ke RSUD karena perlu mendapatkan penanganan lebih baik lagi," katanya.
Menurutnya, keduanya saat ini masih mendapatkan perawatan di RSUD tersebut dan akan dipulangkan jika keadaannya sudah membaik.
"Saya belum dapat informasi soal keadaan terbaru dari 2 orang itu dan nanti akan saya informasikan lebih lanjut," lanjutnya.
3. Penyebab keracunan MBG

Salah satu menu MBG di SMP Negeri 13 Surabaya. (Dok. Ombudsman Jatim). Lutfi mengatakan bahwa setelah dilakukan penyelidikan, penyebab keracunan tersebut adalah panjangnya waktu penyaluran program andalan Presiden Prabowo Subianto.
"Untuk sementara penyebabnya karena waktu membuat, mengemas, hingga penyaluran terlalu lama. Sehingga ada bakteri di dalam makanan tersebut," katanya.
Menurutnya, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman soal penyebab tersebut dan akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
"Untuk SPPG-nya saat ini kan sudah dihentikan sementara kegiatannya dan tidak menyalurkan MBG hingga permasalahan ini selesai," katanya.





















