Pemprov Siapkan Kios Bulog di Pasar Atasi Kelangkaan Beras

- Pemprov Sumsel bersama BI akan menyewa kios di sejumlah pasar yang dikelola Bulog untuk mempermudah masyarakat mendapatkan beras dengan harga terjangkau.
- Gubernur Herman Deru memastikan stok beras Sumsel cukup untuk kebutuhan hingga 10 bulan, meski kemarau berdampak pada produksi pertanian di sejumlah wilayah.
- Pemprov menegaskan berkurangnya beras premium di ritel bukan kelangkaan total, mengimbau memilih beras medium, serta meminta laporan jika harganya melebihi Rp12.500.
Palembang, IDN Times - Pemerintah Sumatra Selatan (Sumsel) menyiapkan langkah untuk menjaga akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau di tengah kemarau yang berdampak pada produksi pertanian.
Salah satu upaya yang disiapkan yakni membuka kios beras di sejumlah pasar. Pemprov Sumsel bersama Bank Indonesia (BI) akan menyewa kios yang nantinya dikelola Perum Bulog untuk melayani kebutuhan masyarakat.
“Besok kita bersama BI akan sewa kios-kios yang ada. Bulog akan me-manage-nya. Akan melayani di pasar ini, justru di pasar-pasar akan disewakan kios untuk melayani kebutuhan beras,” ungkap Gubernur Sumsel Herman Deru, Rabu (2/9/2026).
1. Beras masih cukup untuk kebutuhan 10 bulan ke depan

Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal) Menurut Deru, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mudah memperoleh beras, khususnya ketika harga dan ketersediaan beras premium di sejumlah ritel menjadi perhatian.
Meski begitu, pemerintah memastikan kondisi stok beras di Sumsel masih aman. Deru menyebut persediaan yang ada saat ini bahkan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan tanpa tambahan pasokan.
“Saya sudah tinjau gudangnya. Sepuluh bulan ke depan, tanpa diisi pun, kita masih tersedia. Apalagi, meskipun sekarang kemarau, di beberapa titik masih ada panen. Jadi tidak usah khawatir,” tegas Herman Deru.
2. Kelangkaan di ritel bukan tanda kekurangan

Perum BULOG menegaskan bahwa stok beras yang saat ini mencapai sekitar 5,25 juta ton per 9 Agustus 2026 yang tersebar di jaringan gudang BULOG di seluruh Indonesia. Besarnya stok tersebut merupakan hasil akumulasi penguasaan stok awal tahun dan penyerapan gabah petani dalam negeri yang terus dilakukan sepanjang 2026, sekaligus mencerminkan kuatnya kapasitas BULOG dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. (Dok. BULOG) Deru meminta masyarakat tidak menganggap berkurangnya stok beras premium di sejumlah tempat sebagai tanda terjadinya kelangkaan beras secara keseluruhan.
Deru menjelaskan, produksi beras saat ini lebih banyak diarahkan untuk memenuhi kebutuhan beras medium yang dikonsumsi masyarakat secara luas. Sementara beras premium menyasar segmen konsumen dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi.
“Beras premium ini middle up. Harganya juga tinggi. Kalau terjadi kenaikan, salah satunya karena kemasannya. Makin mewah kemasannya, makin mahal,” jelasnya.
3. Beras medium tetap bisa jadi pilihan

Ilustrasi pekerja menjemur gabah. (ANTARA FOTO/Putra M Akbar) Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan akibat kekhawatiran terhadap ketersediaan beras premium.
Menurutnya, beras medium tetap dapat menjadi pilihan masyarakat karena perbedaan harga tidak serta-merta menunjukkan perbedaan kandungan gizi.
“Kita bersyukur kalau masyarakat senangnya beras premium. Tapi kandungan gizinya sebenarnya sama saja, tidak ada bedanya. Hanya medium itu disubsidi,” ujarnya.
4. Sebut provinsi lain ambil gabah di Sumsel

Ilustrasi pekerja menjemur gabah di penggilingan padi. (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin) Selain persoalan stok, pemerintah turut menyoroti harga beras medium di tingkat konsumen. Deru meminta masyarakat melapor apabila menemukan beras medium dijual melebihi harga yang telah ditentukan.
“Kalau ada harganya di atas Rp12.500 untuk beras medium, lapor,” tegasnya.
Deru mengatakan pengawasan masyarakat penting agar kondisi pasokan yang relatif aman tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk menaikkan harga secara tidak wajar.
Di sisi produksi, Sumsel juga masih menjadi salah satu daerah pemasok gabah untuk wilayah lain. Produksi dari Sumsel disebut tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam daerah, tetapi juga dikirim ke sejumlah provinsi lain.
“Sumsel ini, beberapa provinsi gabahnya mengambil dari sini. Provinsi tetangga bahkan di luar pulau. Jadi aman,” katanya.

















