8 Korban Keracunan MBG di Agam Dirawat RS, Total 344 Orang Terdampak
- Dinas Kesehatan Agam mencatat 344 orang, dari balita hingga lansia, terdampak dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis; kelompok usia 5–9 tahun menjadi yang terbanyak dengan 117 korban.
- Sebanyak 251 korban merupakan pelajar dari TK hingga SMA di sejumlah sekolah Kabupaten Agam. Delapan orang masih menjalani perawatan di RSUD Bukittinggi dan RS Ahmad Mukhtar.
- Dinas Kesehatan Agam bersama BGN masih memeriksa makanan MBG, termasuk nasi, telur atau telur puyuh, tomat, dan mentimun, untuk memastikan penyebab keracunan.
Padang, IDN Times - Dinas Kesehatan Kabupaten Agam mencatat jumlah korban akibat keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut menjadi 344 orang. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Agam, Hendri Rusdian, setelah melakukan pembaruan data pada Jumat (4/9/2026).
Pada data terbaru itu, Dinas Kesehatan mencatatkan adanya korban yang merupakan balita hingga lansia yang diduga mengalami keracunan.
1. Sebanyak 344 korban terdampak

Proses penyajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Pakri Palembang (IDN Times/Rangga Er Hendri mengatakan bahwa kelompok korban terbanyak berusia 5-9 tahun dengan jumlah 117 orang.
"Dari kelompok umur, ada sebanyak 103 orang berusia 10-14 tahun, 43 orang berusia di bawah lima tahun, 31 orang berusia 15-19 tahun, dan 50 orang berusia lebih dari 19 tahun," katanya.
Menurutnya, jumlah tersebut kebanyakan merupakan siswa yang mendapatkan MBG di berbagai sekolah yang ada di Kabupaten Agam.
2. Sebanyak 251 pelajar jadi korban

ILustrasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Rangga Erfizal) Hendri mengatakan bahwa sebanyak 251 dari total korban tersebut merupakan pelajar mulai dari TK hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
"Beberapa sekolah itu seperti SDN 02 Palupuh Agam, SDN 17 Sitangkai, SMPN 1 Palupuh, SDN 08 Nan Limo Mudiak, SDN 07 Nan Limo Mudiak," katanya.
Menurutnya, dari jumlah korban tersebut, delapan di antaranya saat ini masih dirawat di RSUD Bukittinggi dan Rumah Sakit Umum Ahmad Mukhtar di Bukittinggi.
3. Masih lakukan pemeriksaan

ilustrasi keracunan makanan (IDN Times/Novaya Siantita) Hendri mengatakan, untuk makanan yang diduga mengakibatkan keracunan sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan bersama pihak BGN.
"Untuk menunya itu ada nasi dan telur, serta ada juga nasi dan telur puyuh lengkap dengan sayur seperti tomat dan mentimun," katanya.
Ia mengatakan, hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan diumumkan kembali jika telah didapatkan data pasti soal penyebab keracunan tersebut.



















