Suhu Capai 37 Derajat, Sumsel Diselimuti Asap Karhutla dan Nihil Hujan

- BMKG memprakirakan seluruh 17 kabupaten dan kota di Sumatra Selatan nihil hujan pada 4 September 2026, dengan cuaca cerah hingga berawan dan suhu maksimum mencapai 37 derajat Celsius di OKI.
- Citra Himawari-9 menunjukkan hampir seluruh Sumatra Selatan masuk area sebaran asap karhutla, sementara puluhan titik panas terdeteksi di wilayah tengah hingga timur, terutama dataran rendah dan gambut.
- Asap bergerak ke barat laut mengikuti angin dari tenggara, berpotensi menyebar ke Jambi, Riau, dan Kepulauan Riau; cuaca panas serta minim hujan membuat asap berpeluang bertahan lebih lama.
Palembang, IDN Times — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan seluruh wilayah Sumatra Selatan akan didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan pada Jumat (4/9/2026). Tidak ada potensi hujan di 17 kabupaten dan kota, sementara suhu udara diprediksi mencapai 37 derajat Celsius.
Di saat yang sama, citra satelit Himawari-9 BMKG menunjukkan bahwa Sumatra Selatan menjadi salah satu wilayah yang diselimuti sebaran asap karhutla. Asap tersebut bergerak ke arah barat laut mengikuti pola angin dominan.
Sejumlah potensi cuaca yang ada dapat berubah sewaktu-waktu. Berikut rangkuman IDN Times, kondisi cuaca di Sumsel, Jumat, 4 September.
1. Seluruh Sumsel nihil hujan, OKI jadi wilayah terpanas

Tim Manggala Agni saat melakukan pemadaman lahan terbakar di Desa Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Senin (17/8/2026). (Dok. Manggala Agni) Prakiraan BMKG yang berlaku mulai 4 September 2026 pukul 07.00 WIB hingga 5 September 2026 pukul 07.00 WIB menunjukkan seluruh Sumsel berada dalam kondisi cerah, cerah berawan, dan berawan tipis tanpa potensi hujan.
Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan suhu tertinggi, yakni 23–37 derajat Celsius. Sementara sembilan daerah lain diperkirakan mencapai suhu maksimum 36 derajat Celsius, di antaranya Palembang, Banyuasin, Prabumulih, Lahat, Muara Enim, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Ogan Ilir, dan PALI.
Adapun suhu terendah berada di kawasan pegunungan, yakni 12 derajat Celsius di Kota Pagar Alam dan Kabupaten Muara Enim.
2. Citra satelit BMKG tunjukkan Sumsel masuk zona sebaran asap

Citra Sebaran Asap di Indonesia berdasarkan Satelit Himawari 9 SM. (BMKG) Berdasarkan citra sebaran asap Himawari-9 pada 3 September 2026 pukul 16.00 WIB, hampir seluruh wilayah Sumatra Selatan berada di dalam area sebaran asap yang ditandai dengan garis ungu.
Pada citra tersebut juga terlihat puluhan titik panas tersebar di bagian tengah hingga timur provinsi. Konsentrasi hotspot menunjukkan sumber asap berasal dari sejumlah lokasi kebakaran yang aktif secara bersamaan, terutama di bentang lahan dataran rendah dan gambut.
3. Asap bergerak ke barat laut mengikuti arah angin

ilustrasi asap dan tanah (pexels.com/Alexander Popadin) BMKG mencatat sebaran asap dari Sumatra Selatan bergerak menuju barat laut. Pola ini mengikuti arah angin dominan yang bertiup dari tenggara ke barat laut, sehingga asap berpotensi menyebar ke wilayah Jambi, Riau, hingga Kepulauan Riau.
Kondisi cuaca yang panas, minimnya awan hujan, dan tidak adanya potensi presipitasi membuat asap berpeluang bertahan lebih lama di atmosfer. Situasi ini menjadi faktor yang perlu diwaspadai, terutama terhadap penurunan kualitas udara di wilayah terdampak karhutla.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan terkini, masyarakat dapat mengakses kanal informasi resmi BMKG melalui website bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, atau media sosial @infocuacasumsel.



















