Penderita ISPA Sumsel Naik 5 Ribu Kasus, Efek Kondisi Udara Memburuk?

- Kasus ISPA di Sumatra Selatan mencapai 44.224 pada Agustus 2026, naik 5.879 kasus atau 15,3 persen dibanding Juli yang mencatat 38.345 kasus.
- Setelah menurun pada Mei dan Juni, kasus ISPA kembali meningkat sejak Juli. Kenaikan Agustus disoroti saat kondisi lingkungan mulai dipengaruhi kabut asap.
- Secara kumulatif Januari–Agustus 2026, Palembang mencatat 113.883 kasus ISPA, tertinggi di Sumsel, diikuti Muara Enim 40.512 kasus dan Musi Banyuasin 25.174 kasus.
Palembang, IDN Times - Penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Sumatra Selatan mengalami kenaikan pada Agustus 2026. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumsel, penderita ISPA tercatat mencapai 44.224 kasus atau naik sekitar 5 ribuan dari bulan sebelumnya di angka 38.345 kasus.
"Terjadi kenaikan sebanyak 5.879 kasus atau sekitar 15,3 persen dalam satu bulan," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, Kamis (10/9/2026).
1. Kasus ISPA Sumsel sempat turun di awal tahun 2026

ilustrasi ispa (pexels.com/cottonbro studio) Berdasarkan data, kasus ISPA sepanjang 2026 mengalami kenaikan sejak tiga bulan terakhir, mulai dari Mei. Padahal sebelumnya, kasus ISPA di Sumsel sempat mengalami penurunan pada awal tahun.
"Perkembangan kasus ISPA terus menjadi perhatian, terutama ketika kondisi lingkungan mulai dipengaruhi oleh kabut asap. Kenaikan kasus pada Agustus ini disoroti karena sebelumnya jumlah ISPA justru mengalami tren penurunan," jelasnya.
2. Kasus ISPA melonjak pada Agustus 2026

Ilustrasi anak menderita ISPA. ANTARA FOTO/FB Anggoro Secara rinci, pada April 2026 kasus ISPA tercatat di angka 43.503, kemudian turun menjadi 36.395 kasus pada Mei dan kembali turun tipis menjadi 36.294 kasus pada Juni. Memasuki Juli, kasus naik menjadi 38.345 dan kembali melonjak pada Agustus menjadi 44.224 kasus.
"Tapi, jumlah kasus Agustus masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada dua tahun sebelumnya. Pada Agustus 2025 tercatat 50.320 kasus, sedangkan Agustus 2024 capai 45.834 kasus,"kata dia.
3. Secara umum peningkatan kasus ISPA hanya terjadi di beberapa wilayah

Ilustrasi Penyakit ISPA (pixabay.com/Ornaw) Sementara dari data kumulatif per kabupaten/kota, kasus ISPA tertinggi hingga Agustus 2026 terjadi di Kota Palembang. Yakni, mencatat 113.883 kasus sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Selain Palembang, kasus ISPA tertinggi di Sumsel tercatat di Muara Enim. Yakni sebanyak 40.512 kasus, disusul Musi Banyuasin dengan 25.174 kasus, Banyuasin 19.728 kasus, dan Lahat 17.464 kasus.
Kemudian, sejumlah daerah juga mencatat angka yang cukup tinggi, seperti Musi Rawas sebanyak 17.068 kasus, Ogan Komering Ulu Timur 16.446 kasus, Lubuk Linggau 14.538 kasus, Ogan Ilir 14.917 kasus dan Ogan Komering Ilir 14.391 kasus.
"Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, tidak semua wilayah mengalami kenaikan. Namun, beberapa daerah justru menunjukkan peningkatan kasus pada 2026," jelasnya.



















