Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

2 Pelaku Penusukan Sopir Truk saat Antre BBM di Palembang Tertangkap

2 Pelaku Penusukan Sopir Truk saat Antre BBM di Palembang Tertangkap
2 Pelaku Pengeroyokan Sopir Truk saat Antre BBM di Palembang Tertangkap (Dok. Polrestabes Palembang)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Dua pelaku pengeroyokan sopir truk di SPBU Palembang, Ongki Saputra dan Agung Prayoga, berhasil ditangkap kurang dari 20 jam setelah kejadian, sementara satu pelaku lain masih diburu.
  • Peristiwa bermula dari adu mulut akibat antrean solar yang diserobot, berujung pada penyerangan brutal menggunakan senjata tajam hingga korban Yepran Firmansyah meninggal dunia.
  • Korban sempat dilarikan ke RS Myria Palembang oleh sesama sopir truk, namun nyawanya tidak tertolong setelah mengalami luka parah akibat tusukan dan pengeroyokan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Palembang, IDN Times - Dua pelaku pengeroyokan yang menewaskan seorang sopir truk bernama Yepran Firmansyah (33) saat mengantre pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU Jalan Noerdin Pandji, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang, tertangkap.

"Kurang dari 20 jam setelah kejadian, dua tersangka berhasil kami amankan. Saat ini satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran intensif," ujar Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, Kamis (4/6/2026).

1. Kejadian bermula dari cekcok dan adu mulut

Lokasi dugaan penusukan terhadap sopir truk di Palembang (Dok. Polresta Palembang
Lokasi dugaan penusukan terhadap sopir truk di Palembang (Dok. Polresta Palembang)

Kedua tersangka yang ditangkap tersebut adalah Ongki Saputra (24) dan Agung Prayoga (27). Sementara, satu terduga pelaku lainnya berinisial FR masih dalam pengejaran petugas.

Dari hasil pemeriksaan, Ongki Saputra berperan sebagai pelaku yang menusuk korban berulang kali di bagian tubuh dan kepala. Sementara peran Agung Prayoga di TKP masih didalami penyidik.

Sonny menjelaskan, kejadian bermula ketika korban Yepran tengah mengantre untuk mengisi solar menggunakan truk yang dikemudikannya. Saat itu, salah seorang pelaku yang datang menggunakan mobil diduga menyerobot antrean pengisian BBM.

Aksi itu memicu adu mulut antara korban dan pelaku. Beruntung, pertengkaran sempat dilerai petugas keamanan SPBU dan sejumlah sopir truk yang berada di lokasi sehingga situasi kembali kondusif.

2. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit

IMG-20250716-WA0011.jpg
SPBU Pertamina (Dok. Pertamina)

Namun sekitar 30 menit kemudian, pelaku kembali mendatangi lokasi. Kali ini ia datang bersama sejumlah rekannya yang diperkirakan berjumlah tujuh orang dengan mengendarai sepeda motor.

“Kelompok tersebut langsung menyerang korban yang saat itu masih berada di dalam truk dan sedang melakukan pengisian solar. Korban diserang menggunakan senjata tajam,”ujarnya.

Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan mengemudikan truknya meninggalkan lokasi. Namun laju kendaraan terhenti setelah menabrak benda keras.

Melihat kesempatan tersebut, para pelaku kembali menghampiri korban dan melakukan pengeroyokan hingga korban tak sadarkan diri di dalam kabin truk.

“Sejumlah sopir yang menyaksikan kejadian itu segera membawa korban ke RS Myria Palembang untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia,”jelas Sonny.

3. Saat korban mengantre pelaku menyerobot antrean

Sejumlah kendaraan saat mengantri di SPBU Sekayu. (IDN Times/Yuliani)
Sejumlah kendaraan saat mengantri di SPBU Sekayu. (IDN Times/Yuliani)

Dari berita sebelumnya, seorang sopir truk bernama Yepran Firmansyah (33) tewas setelah menjadi korban pengeroyokan dan penusukan di SPBU Jalan Noerdin Pandji, Sukajaya, Sukarami, pada 2 Mei 2026 malam.

Pengeroyokan itu dipicu karena teguran korban terhadap pengendara yang disebut menyerobot antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di lokasi kejadian.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya mengatakan, korban mulanya ikut mengantre saat pengisian solar di SPBU dibuka malam hari. Ketika sedang mengantre, datang mobil milik pelaku langsung menyerobot antrean.

“Korban kemudian menegur tindakan tersebut. Teguran itu memicu cekcok mulut yang berlanjut menjadi perkelahian antara korban dan salah seorang pelaku di area pintu keluar SPBU,” kata Nandang, 3 Mei 2026.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Sumatera Selatan

See More