Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mural Palembang Dinodai Vandalisme, Cederai Seni Kreatif Anak Muda

Mural Palembang Dinodai Vandalisme, Cederai Seni Kreatif Anak Muda
ilustrasi vandalisme (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Aksi vandalisme di Palembang merusak mural karya seniman muda di Jalan Jenderal Sudirman hingga Kapten A. Rivai, mencederai estetika kota dan semangat berkesenian lokal.
  • Ketua DKP Muhamad Nasir mengecam keras perusakan tersebut, menilai tindakan itu menunjukkan rendahnya apresiasi terhadap seni serta meminta aparat menindak tegas pelaku vandalisme.
  • Wali Kota Ratu Dewa menegaskan perlunya kesadaran kolektif menjaga fasilitas publik, meningkatkan pengawasan area rawan, dan mendorong generasi muda menyalurkan kreativitas secara positif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Kasus vandalisme berupa aksi perusakan fasilitas umum terutama melakukan tindakan mencoret-coret properti publik masih rentan terjadi di Kota Palembang. Terbaru, vandalisme berlangsung di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dari Kawasan sisi Kantor KONI Sumsel hingga Simpang Rumah Sakit Charitas dan sekitar wilayah Jalan Kapten A. Rivai.

Padahal wilayah tersebut telah dipercantik dengan mural serta gambar karya seni para seniman muda di Bumi Sriwijaya. Namun akibat adanya vandalisme yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab, karya serta lukisan di daerah itu pun rusak.

1. Vandalisme sebabkan semangat seni di ruang publik Palembang roboh

Ilustrasi vandalisme. (pexels/Wndelin Jacober)
Ilustrasi vandalisme. (pexels/Wndelin Jacober)

Menurut Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) Muhamad Nasir, tindakan pengerusakan fasilitas umum seperti vandalisme adalah bukti seni kreatif para seniman cedera. Ia menyebut vandalisme yang terjadi telah menodai karya mural dari hasil lomba dan kreativitas seniman lokal.

“Kami mengecam keras segala bentuk vandalisme yang merusak karya seni mural yang merupakan hasil kreativitas para seniman Palembang,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Nasir menilai, aksi tersebut tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga mencederai semangat berkesenian serta upaya bersama dalam membangun ruang publik yang edukatif dan berbudaya.

“Vandalisme ini merobohkan semangat berkesenian untuk membangun ruang publik tampil kreatif dan berbudaya,” kata dia.

2. Dewan kesenian Palembang harap vandalisme diusut tuntas

Ilustrasi aksi vandalisme. (Istimewa)
Ilustrasi aksi vandalisme. (Istimewa)

Lebih lanjut jelas dia, mural yang dirusak oleh pihak tak bertanggung jawab adalah hasil kegiatan resmi yang difasilitasi pemerintah kota bersama DKP sebagai wadah penyaluran bakat generasi muda. Kondisi perusakan itu kata Nasir merupakan ciri SDM Palembang masih rendah, tidak memiliki akal serta tidak mampu menghargai karya seni.

"Masih banyak oknum yang tidak mampu bertanggung jawab dan menjaga ruang publik," jelasnya.

Ia berharap, kasus vandalisme bisa ditindak tegas oleh aparat kepolisian serta pemerintah kota memberlakukan aturan terkait tindakan dan sanksi apabila oknum tertangkap.

"Semoga aparat penegak hukum mengusut kasus ini hingga tuntas. Tangkap pelaku vandalisme dan tindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Nasir.

Selain itu lanjut dia, DKP juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga fasilitas umum dan menghargai karya seni sebagai bagian dari identitas kota. Serta DKP turut mendorong adanya pengawasan serta edukasi berkelanjutan agar kejadian serupa tak kembali terulang.

"Atas kasus ini, kami sudah menempuh jalur hukum terhadap pelaku vandalisme sebagai bentuk efek jera," jelas dia.

3. Pemkot Palembang janji awasi lokasi rawan vandalisme dan tindak tegas pelaku

Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sementara kata Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, aksi vandalisme menjadi salah satu tantangan berat pemerintah kota dalam mencegah dan mengantisipasi peristiwa terulang. Sebab jelas dia, fenomena vandalisme bukan hanya jadi tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan juga bentuk menjaga lingkungan bersama masyarakat.

"Selain penegakan hukum, diperlukan juga kesadaran kolektif. Ini supaya fasilitas publik dan karya seni di Palembang terjaga," kata Dewa.

Ia pun menyayangkan, akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab kini karya seni yang sebelumnya tertata rapi dan memiliki nilai artistik menjadi rusak dan tidak lagi menunjukkan keindahan serta estetika kota.

"Fasilitas mural ini dibangun dengan anggaran dan upaya bersama seharusnya dijaga, bukan dirusak," ujarnya.

Menurut dia, mural bukan sekadar hiasan, tetapi bagian dari upaya mempercantik kota dan menciptakan ruang publik nyaman bagi masyarakat. Dirinya pun mengimbau warga, khususnya generasi muda untuk menyalurkan kreativitas positif.

Pemkot Palembang, lanjut Dewa, akan meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan vandalisme terjadi serta mempertimbangkan langkah tegas terhadap para pelaku melibatkan sejumlah aparat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More