Kasus Campak di Palembang Meningkat Pasca Libur Lebaran

- Kasus campak di Palembang meningkat delapan kasus usai Lebaran 2026, terutama dilaporkan dari wilayah Puskesmas Kalidoni.
- Dinas Kesehatan mencatat total 74 kasus campak sepanjang Maret 2026, dengan Sukarami menjadi zona merah penyebaran tertinggi.
- Dinkes melakukan pemetaan dan lokalisir penyebaran di permukiman padat serta mengimbau warga segera melapor bila menemukan gejala campak.
Palembang, IDN Times - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Palembang, Yudhi Setiawan, mengatakan kasus campak meningkat usai Lebaran 2026.
"Setelah mobilitas libur Lebaran, muncul laporan kasus baru dari rumah sakit yang ada di wilayah Puskesmas Kalidoni. Kasus (penyebaran campak) bertambah delapan," ujarnya, Jumat (27/3/2026).
1. Dinkes siaga terima laporan kasus campak

Yudhi menyampaikan bahwa penambahan kasus yang terjadi di Kawasan Kalidoni menjadi indikator kuat bahwa interaksi silaturahmi selama Lebaran memberikan dampak pada transmisi virus.
"Dengan adanya penambahan (kasus), Dinkes lanjut siaga di tiap Puskesmas untuk mengantisipasi laporan warga yang masuk," kata dia.
2. Sukarami jadi daerah zona merah kasus campak

Sementara diketahui, berdasarkan data Dinkes Palembang, tercatat ada 74 kasus campak terdeteksi sepanjang Maret 2026. Dari angka itu, wilayah di Sukarami menjadi daerah terbanyak yang ditemukan kasus campak.
"Dari sana, Sukarami jadi wilayah konsentrasi kasus tertinggi (zona merah) di kota ini," jelasnya.
3. Dinkes lakukan pemetaan kasus pasca mudik lebaran

Yudhi menambahkan bahwa adanya daerah dengan kasus tinggi di Palembang mendorong Dinkes untuk segera melakukan lokalisasi penyebaran di area permukiman padat penduduk di tiap kecamatan. Langkah awal, tim Dinkes akan melakukan pemetaan terkait sebaran kasus yang terjadi.
"Pemetaan dilakukan terutama dari laporan pascamudik. Laporan dari rumah sakit menunjukkan tren infeksi baru yang muncul di beberapa titik strategis," kata dia.
Lebih lanjut, ia menyampaikan, Dinkes siaga menerima laporan dari masyarakat bila di lingkungan sekitar ditemukan kasus baru. Ia juga mengimbau warga untuk tak segan segera ke fasilitas layanan kesehatan bila mendapati gejala.
"Jika menemukan tetangga atau keluarga dengan gejala demam disertai ruam merah. Pelaporan cepat sangat krusial agar tim medis bisa melakukan tindakan isolasi dan pengobatan untuk mencegah penularan ke anak-anak. Kami minta warga proaktif agar lonjakan kasus tidak terjadi," jelasnya.


















