Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Belum Ada Kasus di Sumsel, Dinkes Tetap Waspadai Ancaman Hantavirus

Belum Ada Kasus di Sumsel, Dinkes Tetap Waspadai Ancaman Hantavirus
Kepala Dinkes Sumsel Trisnawarman (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Intinya Sih
  • Dinkes Sumsel mengimbau warga waspada terhadap Hantavirus meski belum ada kasus positif di wilayah tersebut, sementara virus ini sudah terdeteksi di delapan provinsi Indonesia.
  • Hantavirus menular lewat urine, air liur, dan kotoran tikus yang terinfeksi; masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan serta menggunakan APD saat membersihkan area berisiko.
  • Pemerintah menegaskan situasi masih terkendali dan meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala setelah kontak dengan lingkungan yang banyak tikus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Dinas Kesehatan Sumatra Selatan (Dinkes Sumsel) mengimbau masyarakat untuk waspada terkait penyebaran Hantavirus. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, virus tersebut telah ditemukan di delapan provinsi di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumsel, Trisnawarman, mengatakan Hantavirus dapat menimbulkan sejumlah gejala seperti demam, nyeri otot, tubuh lemas, sakit kepala, hingga gangguan pernapasan. Untuk itu, dirinya mengimbau agar masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penyakit zoonosis tersebut.

"Hingga saat ini belum terdapat laporan konfirmasi kasus positif Hantavirus di Sumsel," ungkap Trisnawarman, Rabu (13/5/2026).

1. Hantavirus menyebar lewat urine, kotoran dan air liur

Ilustrasi tikus pembawa hantavirus. (pexels.com/freestocks.org)
Ilustrasi tikus pembawa hantavirus. (pexels.com/freestocks.org)

Trisnawarman menambahkan, Hantavirus dapat menular melalui paparan urine, air liur, maupun partikel kotoran tikus yang terinfeksi, terutama di lingkungan yang kurang bersih. Penularan dapat terjadi saat seseorang menghirup partikel yang telah terkontaminasi virus tersebut.

"Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan terutama melalui paparan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi," jelasnya.

2. Masyarakat diminta untuk tetap tenang

Hantavirus yang sedang menyebar
ilustrasi hantavirus yang sedang menyebar (unsplash.com/CDC)

Trisnawarman mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan serta menutup akses masuk tikus ke dalam rumah. Jika ditemukan area yang diduga terpapar, menjadi jalur perlintasan, atau terdapat kotoran tikus, masyarakat diminta membersihkannya dengan menggunakan alat pelindung diri (APD).

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik terkait informasi Hantavirus. Saat ini situasi masih terkendali dan pemerintah bersama dinas kesehatan terus melakukan pemantauan serta penguatan surveilans di daerah," jelasnya.

3. Masyarakat diminta periksa ke dokter jika berkontak dengan hewan pengerat

ilustrasi hewan pengerat penyebab hantavirus
ilustrasi hewan pengerat penyebab hantavirus (unsplash.com/Svetozar Cenisev)

Ia menilai, pengendalian populasi tikus secara konsisten perlu dilakukan guna mencegah penyebaran virus tersebut. Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala sakit setelah beraktivitas atau melakukan kontak di lingkungan berisiko.

"Jika mengalami keluhan seperti demam, nyeri badan, atau gangguan pernapasan setelah kontak dengan lingkungan yang banyak tikus, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat," bebernya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More