Musi Banyuasin, IDN Times - Siang itu, suara mesin blender bergemuruh di teras depan rumah Nanik (27), warga Desa Rantau Keroya, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Minggu (1/11/2026). Potongan mangga segar dipadu krimer manis tampak menggugah selera, membuat pembeli tak sabar ingin mencicipinya.
Dari teras berukuran 2x3 meter itulah, ibu dua anak ini membuka usaha kecil-kecilan dengan menjual jus buah dan es teler. Warungnya cukup sederhana, dua buah mesin blender dan pajangan aneka buah terpampang di etalase kaca. Di sampingnya, sebuah mesin cup sealer dan tumpukan gelas plastik disusun rapi. Tak lupa, lemari pendingin dengan pintu transparan menambah kesan kuat warung Nanik yang berada di dekat kantor desa tersebut.
Nanik mengaku sejak jaringan listrik di rumahnya stabil setahun belakangan, ia bisa mencari uang tambahan sembari mengasuh bayinya yang masih berusia 9 bulan di rumah sendiri.
"Dulu tak bisa jualan jus seperti ini karena blender tak hidup. Apalagi mesin cup sealer juga butuh dicolok ke listrik," ujarnya.
Persoalan bertambah rumit saat aliran listrik dari PT Muba Elektrik Power (MEP), yang merupakan salah satu BUMD Pemkab Muba ini, terus-terusan byar pet. Menurut Nanik, dulu listrik di desa tersebut sering padam terutama di malam hari. Saking seringnya padam, warga desa menyebut penerangan di desanya seperti minum obat karena sering kumat-kumatan.
"Banyak alat elektronik tak berfungsi dengan baik. Padahal saya sudah lama ingin buka usaha jualan es yang membutuhkan dukungan listrik yang stabil. Makanya sejak migrasi ke PLN, barulah berani buka usaha jus dan es teler. Alhamdulillah, hasilnya bisa membantu uang dapur," ungkap Nanik.