Dapat Banpres Rp20 Miliar, BPBD Muba Upgrade Mobil Pemadam Dan APD

- BPBD Musi Banyuasin menerima Bantuan Presiden Rp20 miliar untuk memperbarui sarana penanganan karhutla, setelah peralatan belum diperbarui secara menyeluruh selama sekitar tujuh tahun.
- Hampir Rp7 miliar dialokasikan untuk dua mobil pemadam dan lima mobil suplai air, sementara sekitar Rp4 miliar digunakan membeli mesin jinjing, pompa, selang, serta perlengkapan pemadaman.
- Sekitar Rp400 juta disiapkan untuk APD personel, sedangkan 30 persen anggaran mendukung operasional Satgas Karhutla, termasuk makan dan BBM bagi sekitar 500 petugas.
Musi Banyuasin, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muba kini mendapat kesempatan untuk meningkatkan peralatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Melalui anggaran Bantuan Presiden (Bandpres) sebesar Rp20 miliar, BPBD Muba meng-upgrade sarpras seperti kendaraan pemadam, mobil suplai air, mesin pemadaman, hingga alat pelindung diri (APD) bagi personel yang bertugas di lapangan.
Pembaruan sarpras tersebut dinilai sebagai kebutuhan penting, mengingat peralatan yang digunakan selama ini telah cukup lama beroperasi. Bahkan setelah sekitar tujuh tahun, BPBD Muba belum mendapat pembaruan sarpras secara menyeluruh untuk menghadapi bencana di Bumi Serasa Sekate.
1. Kurang lebih tujuh tahun sarpras di BPBD Muba belum diperbarui

Kepala BPBD Muba, Marko Susanto. (IDN Times/Yuliani) Kepala BPBD Muba, Marko Susanto, mengatakan bencana karhutla di Kabupaten Muba cukup tinggi potensinya, sehingga sarpras terbaru sangat dibutuhkan.
"Terakhir kita melakukan penganggaran untuk membeli sarana dan prasarana itu pada 2019. Kurang lebih tujuh tahun sarpras di BPBD Muba belum diperbarui. Adanya Banpres ini menjadi kesempatan kita untuk meng-upgrade peralatan untuk menghadapi karhutla," ujarnya, Kamis (29/10/2026).
Dari Banpres tersebut, pihaknya mengalokasikan hampir Rp7 miliar untuk dua unit mobil pemadam kebakaran dan lima unit mobil suplai air. Pengadaan mobil pemadam dan suplai untuk menjawab kebutuhan pemadaman saya terjadi pada beberapa titik dalam satu hari.
"Selain kendaraan, pengadaan juga mencakup sarana pemadaman di lapangan, seperti mesin jinjing, pompa, selang, dan mesin untuk mendukung penyemprotan saat proses pemadaman, dengan anggaran sekitar Rp4 miliar," ungkap Marko.
2. BPBD Muba juga menyiapkan pengadaan APD

Tim BPBD Muba saat melakukan pemadaman lahan yang terbakar. (Dok. BPBD Muba) BPBD Muba juga menyiapkan pengadaan alat pelindung diri (APD) dengan nilai anggaran sekitar Rp400 juta. Peralatan ini dibutuhkan untuk menunjang keselamatan personel ketika berjibaku memadamkan api di lokasi kebakaran.
"Kebutuhan perlengkapan yang memadai tidak hanya berkaitan dengan efektivitas pemadaman, tetapi juga keselamatan petugas. Sebab, personel kerap menghadapi kondisi lapangan yang berat saat menangani karhutla, seperti masker dan baju APD sangat dibutuhkan," terangnya.
3. Sebagian anggaran juga dialokasikan untuk mendukung operasional

Tim BPBD Muba saat melakukan pemadaman lahan yang terbakar. (Dok. BPBD Muba) Selain untuk pengadaan sarpras, sebagian anggaran juga dialokasikan untuk mendukung operasional Satgas Penanggulangan Karhutla. Kebutuhan uang makan mencapai Rp165 ribu per personel per hari dikalikan 500 personel yang bertugas.
"Mengacu pada Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri, sekitar 30 persen anggaran digunakan untuk mendukung kebutuhan satgas, termasuk uang makan dan bahan bakar minyak (BBM) bagi personel yang bertugas. Dengan jumlah personel sekitar 500 orang, kebutuhan operasional tersebut menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung kegiatan penanganan karhutla," terang Marko.
Pembaruan kendaraan dan peralatan diharapkan dapat menunjang kesiapan BPBD Muba dalam menghadapi ancaman karhutla, sekaligus mengurangi kendala yang dihadapi petugas ketika melakukan pemadaman di lapangan.
"Beberapa hari ini sudah hujan, kendati demikian, kita tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Jangan karena ingin membuka kavling nekat membakar lahan," tegasnya.























