4 Penyebab Banjir Palembang Sulit Surut saat Musim Hujan, Tak Hanya Sampah

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyebut genangan sulit surut dipicu jalan nasional amblas, cross drain terputus, penyempitan drainase, serta sampah.
Pemkot memprioritaskan perbaikan drainase di 12 titik genangan pada jalan protokol, sambil menangani 28 titik lain dan menyiapkan rencana jangka pendek serta panjang.
Palembang akan menyiagakan pompa portabel bersama Balai Sungai dan Balai Jalan Nasional, serta menggerakkan gotong royong warga di 114 anak Sungai Musi.
Palembang, IDN Times - Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengatakan ada berbagai penyebab sejumlah wilayah sulit surut saat air tergenang di musim hujan. Tak hanya sampah, beberapa faktor lain bisa memicu banjir.
"Sedikitnya empat faktor yang menyebabkan genangan air sulit surut. Mulai dari kondisi jalan nasional amblas, cross drain terputus, hingga penyempitan saluran drainase dan bukan hanya soal sampah," katanya, Rabu (23/9/2026).
1. Fokus pada penanganan di lokasi rawan banjir

Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Feny Maulia Agustin) Dia mengatakan, upaya Pemkot dalam mengantisipasi genangan air dilakukan dengan langkah memperbaiki drainase di titik rawan banjir, termasuk di ruas-ruas jalan protokol.
"Kita fokus konsentrasi dulu pada 12 titik genangan air yang ada di jalan-jalan protokol, walaupun di samping itu ada 28 titik lainnya," ujarnya.
2. Pengendalian banjir terkendala di jalan nasional

Ilustrasi banjir Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin) Dewa meminta pengendalian genangan air harus dilakukan secara konsisten, khususnya di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Dia berharap, tim terkait segera memetakan langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang.
"Karena di lapangan, pemerintah masih menghadapi sejumlah kendala di jalan nasional," kata dia.
3. Minta warga dan OPD kolaborasi gotong royong di anak sungai

Banjir Palembang (Dok. IDN Times) Lebih lanjut, ia menyampaikan, untuk mengantisipasi genangan di sejumlah titik krusial, Pemkot Palembang juga akan menyiagakan pompa portabel dengan koordinasi bersama Balai Sungai dan Balai Jalan Nasional.
"Ini dilakukan untuk menangani persoalan yang berada di luar kewenangan pemerintah kota. Kemudian, camat dan lurah segera menggerakkan warga untuk kembali menggalakkan gotong-royong," jelasnya.
Sebab, masalah banjir terutama dari sampah tidak bisa hanya mengandalkan petugas PUPR. Sehingga seluruh stakeholder, OPD dan warga setempat dapat bersinergi. Terutama gotong royong di 114 anak Sungai Musi.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















