12 Kantor Dinas Kabupaten Solok Tertimbun Lumpur, Perlukah Relokasi?

Banjir bandang di Kayu Aro, Gunung Talang, Kabupaten Solok merusak 12 kantor dinas di kompleks pemerintahan dengan material batu, kayu, dan lumpur.
Kantor seperti Dinas Kesehatan, Pekerjaan Umum, dan Pariwisata lumpuh sehingga pelayanan kepada masyarakat terdampak tidak dapat berjalan maksimal.
Pemprov Sumatra Barat melaporkan kondisi ini ke Kemendagri, fokus pada tanggap darurat 14 hari, lalu membentuk tim untuk mengkaji kelayakan lokasi perkantoran.
Solok, IDN Times - Banjir bandang yang melanda daerah Kayu Aro, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok juga menghantam 12 kantor dinas yang ada di kompleks pemerintahan.
"Ada 12 kantor dinas yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang tadi malam," kata Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi.
Menurutnya, kantor dinas yang terdampak tersebut sampai saat ini dihantam oleh berbagai material seperti batu, kayu dan lumpur.
1. Kantor pemerintahan lumpuh

Aliran sungai yang mengalami banjir bandang dari udara (Foto: IDN Times/Halbert Caniago) Mahyeldi mengatakan bahwa akibat banjir bandang tersebut, kantor pemerintahan yang berada di kompleks tersebut mengalami kelumpuhan dan tidak bisa beroperasi.
"Beberapa kantor yang terkena itu seperti Kantor Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, hingga Dinas Pariwisata," katanya.
Menurutnya, dengan keadaan tersebut, para pegawai pemerintah tidak bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang terdampak bencana.
2. Pelayanan lumpuh

Warga melewati jalur lalu lintas yang terdampak bencana banjir bandang (Foto: IDN Times/Halbert Caniago) Mahyeldi mengatakan bahwa keadaan tersebut telah dilaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri melalui rapat secara online.
"Kami sudah sampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri soal keadaan ini dan nanti akan diberikan jalan keluar untuk melakukan perbaikan," katanya.
Menurutnya, pihaknya saat ini belum membahas soal perbaikan perkantoran yang terdampak dan fokus pada dampak yang dialami masyarakat.
"Selama masa tanggap darurat 14 hari ini, kami fokus pada penanganan masyarakat yang terdampak dulu," tegasnya.
3. Relokasi akan dikaji terlebih dahulu

Seorang warga melewati Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Solok yang dihantam bencana (Foto: IDN Times/Halbert Caniago) Menurut Mahyeldi, soal keadaan lokasi perkantoran yang terkena dampak bencana tersebut akan dikaji oleh tim yang akan dibentuk nantinya.
"Soal layak atau tidaknya lokasi perkantoran di sini, tentunya perlu adanya pengkajian dan kami akan membentuk tim untuk melakukan itu," katanya.
Dengan begitu, pemerintahan bisa berada di lokasi yang lebih aman dan jauh dari lokasi yang rawan terhadap bencana yang akan terjadi ke depannya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















