Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Herman Deru Akui Kuota Solar Subsidi di Sumsel Tak Mencukupi
Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Gubernur Sumsel Herman Deru mengakui kuota solar subsidi di provinsinya hanya sekitar 600.000 kiloliter dari kebutuhan 2 juta kiloliter pada 2026, sehingga belum mencukupi kebutuhan masyarakat.
  • Pemerintah Provinsi Sumsel berencana meminta tambahan kuota ke BPH Migas dan menambah SPBU agar distribusi BBM lancar serta mengurangi antrean akibat peralihan pengguna ke BBM subsidi.
  • Asisten II Setda Sumsel menyebut kuota solar subsidi hampir habis sejak Januari hingga Juli, dipicu selisih harga besar dengan nonsubsidi yang membuat konsumsi meningkat tajam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Gubernur Sumsel Herman Deru angkat bicara terkait minimnya kuota solar subsidi yang dialokasikan untuk Bumi Sriwijaya. Dirinya membenarkan bahwa Sumsel hanya mendapat sekitar 600 ribu kiloliter dari total kebutuhan 2 juta kiloliter pada 2026.

"Persoalan BBM di Sumsel ini karena kuota kita belum mencukupi," ungkap Herman Deru, Senin (6/7/2026),

2. Penambahan kuota dan SPBU perlu dilakukan

Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)

Deru menjelaskan, bahwa pihaknya akan meminta kepada BPH Migas untuk memperbesar kuota BBM di Sumsel. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun mendatang.

Selain itu, Deru menyebut perlu dilakukan penambahan SPBU untuk memastikan alokasi BBM meningkat. Sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan di SPBU.

"Selain itu, beralihnya pengguna BBM nonsubsidi ke BBm subsidi akibat adanya selisih harga yang cukup jauh. Mereka beralih ke subsidi. Perpindahan ini membuat antrean membeludak di SPBU," jelasnya.

2. Pembatasan pengisian di 10 SPBU punya alasan

Pengisian BBM di SPBU Veteran Palembang pasca kenaikan BBM Non-Subsidi yang berlaku pukul 00.00 WIB, Sabtu (18/4/2026) (IDN Times/Rangga Erfizal)

Terkait pembatasan jam pengisian pada siang hari di 10 SPBU di Kota Palembang, dinilai merupakan langkah untuk mengatasi kemacetan di Palembang. Keputusan itu tidak dilakukan untuk membatasi kuota BBM yang ada.

"Pengaturan jam operasional di 10 SPBU di Kota Palembang bukan untuk membatasi kuota solar subsidi, melainkan untuk mengurai kepadatan lalu lintas agar antrean kendaraan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya," jelasnya.

3. Kuota solar subsidi bisa habis sebelum akhir tahun

Pengisian BBM di SPBU Veteran Palembang pasca kenaikan BBM Non-Subsidi yang berlaku pukul 00.00 WIB, Sabtu (18/4/2026) (IDN Times/Rangga Erfizal)

Sebelumnya, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Sumsel, Basyaruddin Akhmad, mengatakan antrean solar subsidi tidak hanya terjadi di Sumsel, tetapi juga di sejumlah provinsi lain di Pulau Sumatra.

Namun, kondisi di Sumsel dinilai lebih berat karena alokasi solar subsidi yang diterima dari pemerintah pusat masih jauh di bawah kebutuhan riil masyarakat.

Selain keterbatasan kuota, tingginya selisih harga antara solar bersubsidi dan nonsubsidi juga disebut mendorong meningkatnya konsumsi BBM bersubsidi. Akibatnya, kuota yang tersedia terserap lebih cepat dari perkiraan.

"Dari Januari sampai Juli saja kuotanya sudah hampir terpenuhi. Kalau tidak diantisipasi, kemungkinan kuota ini habis sebelum akhir tahun," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article