RSU Bunda Padang Hadirkan Bedah Robotik Pertama di Sumatra Barat

- RSU Bunda Padang meresmikan layanan bedah robotik pertama di Sumatra Barat, menghadirkan teknologi operasi minimal invasif untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan daerah.
- BMHS memperluas kapasitas RSU Bunda Padang dengan tambahan fasilitas seperti NICU, PICU, dan kamar operasi guna memenuhi kebutuhan lebih dari 18 ribu pasien tiap bulan.
- Peresmian disertai simposium bedah robotik serta pembukaan kantor Bunda Global Pharma di Sumatra Barat untuk memperkuat ekosistem distribusi farmasi dan alat kesehatan BMHS.
Padang, IDN Times – RSU Bunda Padang resmi menghadirkan layanan bedah robotik pertama di Sumatra Barat. Peresmian yang dilakukan PT Bundamedik pada Jumat, 3 Juli 2026 itu sekaligus menjadi bagian dari ekspansi fasilitas rumah sakit untuk meningkatkan layanan kesehatan di wilayah tersebut.
Peresmian disaksikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Barat, Arry Yuswandi. Melalui layanan baru ini, masyarakat Sumatra Barat kini memiliki akses terhadap tindakan bedah minimal invasif berbasis teknologi tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
Komisaris Utama PT Bundamedik Tbk, dr. Ivan Rizal Sini, mengatakan BMHS telah mengembangkan layanan bedah robotik sejak 2012. Selama lebih dari satu dekade, jaringan rumah sakit tersebut telah menangani lebih dari 950 prosedur bedah robotik di Indonesia.
"Pengalaman tersebut menjadi dasar pengembangan layanan serupa di RSU Bunda Padang, termasuk melalui penyediaan dokter spesialis multidisiplin dan pelatihan tenaga kesehatan sesuai standar RS Bunda Group," kata Ivan.
1. Kapasitas rumah sakit ikut diperluas

Sistem bedah robotik tersebut dapat digunakan untuk berbagai tindakan medis, seperti operasi ginekologi, urologi, uro-nefrologi, hingga bedah digestif. Teknologi ini memungkinkan dokter melakukan operasi dengan tingkat presisi yang lebih tinggi melalui sayatan yang lebih kecil dibandingkan dengan metode konvensional.
Menurut BMHS, teknik tersebut berpotensi mengurangi trauma operasi, menekan risiko komplikasi, sekaligus mempercepat proses pemulihan pasien.
Selain menghadirkan teknologi bedah robotik, BMHS juga memperluas kapasitas layanan RSU Bunda Padang. Pengembangan tersebut meliputi penambahan tempat tidur rawat inap, fasilitas Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), hingga kamar operasi.
Direktur Utama PT Bundamedik, dr. Agus Heru Darjono, mengatakan ekspansi tersebut dilakukan untuk menjawab meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di Sumatra Barat. Saat ini RSU Bunda Padang melayani rata-rata lebih dari 18 ribu pasien setiap bulan.
"Pengembangan fasilitas diharapkan dapat memperkuat posisi RSU Bunda Padang sebagai salah satu pusat rujukan layanan kesehatan, termasuk untuk tindakan bedah berteknologi tinggi di Pulau Sumatra," kata dia.
Sementara itu, Hospital Director RSU Bunda Padang, dr. Helgawati, mengatakan rumah sakit tersebut telah melayani masyarakat Sumatra Barat selama lebih dari 18 tahun. Penambahan fasilitas dan teknologi baru menjadi upaya untuk menghadirkan layanan yang semakin lengkap, mulai dari pelayanan ibu dan anak hingga operasi kompleks.
2. Gelar simposium bedah robotik
Sebagai bagian dari peresmian, RSU Bunda Padang juga menggelar simposium ilmiah bertajuk The Future of Robotic Surgery: Advancing Precision, Innovation, and Multidisciplinary Care.
Kegiatan tersebut mempertemukan dokter spesialis bedah robotik dari RS Bunda Group dengan tenaga kesehatan dan institusi medis di Sumatra Barat. Simposium membahas perkembangan teknologi bedah robotik sekaligus mendorong peningkatan kapasitas tenaga medis dalam penerapan prosedur operasi berbasis teknologi.
3. Bunda Global Pharma buka kantor di Sumatra Barat

Pada momentum yang sama, BMHS melalui Bunda Global Pharma (BGP) juga meresmikan kantor pertamanya di Sumatra Barat.
Perusahaan yang bergerak di bidang distribusi farmasi dan alat kesehatan itu diharapkan dapat memperkuat rantai pasok obat serta peralatan medis bagi jaringan layanan kesehatan BMHS di wilayah Sumatra.
Menurut BMHS, keberadaan BGP menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem layanan kesehatan yang terintegrasi, mulai dari pelayanan rumah sakit hingga distribusi farmasi dan alat kesehatan.




















