6 Ha Lahan Terbakar di Pedamaran, Manggala Agni Waspadai Api di Gambut

- Kebakaran hutan dan lahan di Pedamaran Timur, OKI, telah menghanguskan sekitar enam hektare area gambut dan masih dalam proses pengendalian oleh petugas di lapangan.
- Petugas menghadapi tantangan berupa angin kencang dan vegetasi kering yang mempercepat penyebaran api hingga ke lapisan gambut meski sumber air masih mencukupi.
- Manggala Agni menambah kekuatan dengan tiga regu darat serta satu helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman dan mencegah perluasan kebakaran.
Palembang, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), memasuki hari kedua pada hari ini. Petugas di lapangan masih berupaya mengendalikan kobaran api yang terus meluas hingga menghanguskan lahan di kawasan gambut.
"Untuk saat ini estimasi luasan lahan yang terbakar mencapai enam hektare (Ha)," ungkap Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra, Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, Jumat (3/7/2026).
1. Upayakan kobaran api tidak meluas

Ferdian menjelaskan, petugas kini berpacu dengan waktu karena api telah masuk ke lapisan gambut, yang dikenal lebih sulit dipadamkan. Karena itu, tim di lapangan memprioritaskan pengamanan perimeter atau batas area kebakaran serta mengendalikan bagian depan kobaran api agar tidak terus meluas.
"Strategi awal kami adalah mengamankan perimeter dan mengendalikan bagian depan kobaran api agar tidak terus meluas. Setelah itu, tim melakukan pembasahan total untuk memadamkan asap dan api yang telah masuk ke lapisan gambut," jelasnya.
2. Faktor yang menyulitkan pemadaman

Menurut Ferdian, kondisi sumber air di sekitar lokasi masih mencukupi sehingga mendukung operasi pemadaman. Namun, petugas menghadapi tantangan lain berupa angin yang bertiup lebih kencang pada siang hari.
"Kondisi air masih memungkinkan untuk mendukung operasi pemadaman. Namun, saat siang hari angin biasanya cukup kencang sehingga berpotensi membuat api kembali meluas dan menembus perimeter yang sudah kami amankan," ujarnya.
Selain faktor angin, vegetasi kering yang melimpah di lokasi kebakaran juga menjadi pemicu cepatnya penyebaran api. Kondisi tersebut membuat api berpotensi merambat lebih dalam ke lapisan gambut apabila tidak segera dikendalikan.
"Bahan bakaran kering di lokasi cukup melimpah sehingga api berpotensi masuk lebih dalam ke lapisan gambut. Karena itu, kami memprioritaskan pengendalian kobaran api di permukaan agar penyebarannya bisa dihentikan," jelasnya.
3. Tiga regu darat dan satu Heli WB diterjunkan ke Pedamaran Timur

Untuk mempercepat proses pemadaman, Manggala Agni menambah jumlah personel yang diterjunkan ke lokasi. Jika pada hari pertama hanya satu regu yang bertugas, kini jumlahnya ditingkatkan menjadi tiga regu. Upaya pemadaman dari darat juga diperkuat dengan dukungan satu unit helikopter water bombing.
"Atas pertimbangan kondisi di lapangan, hari ini kami menurunkan tiga regu. Kemarin baru satu regu. Tim darat Manggala Agni bersama para pihak juga dibantu satu unit helikopter water bombing agar proses pemadaman dapat berlangsung lebih cepat," kata Ferdian.




















