Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tips Jaga Kesehatan Saat Kualitas Udara Menurun Akibat Kabut Asap Karhutla

Tips Jaga Kesehatan Saat Kualitas Udara Menurun Akibat Kabut Asap Karhutla
Kabut asap akibat karhutla di Palembang, Selasa (31/10/2023). (Foto: IDN Times/Deryardli)
Intinya Sih

  • Kebakaran hutan dan lahan di Sumsel meningkat hingga 257 kejadian, memicu kabut asap berbahaya yang menurunkan kualitas udara dan mengancam kesehatan masyarakat.
  • Masyarakat disarankan membatasi aktivitas luar ruangan, memakai masker pelindung, menjaga sirkulasi udara dalam rumah, serta menggunakan kain basah atau alat penjernih udara.
  • Menjaga hidrasi dengan air putih, konsumsi makanan bergizi, periksa kesehatan bila merasa tidak nyaman, dan terapkan perilaku hidup bersih untuk memperkuat daya tahan tubuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Palembang, IDN Times - Kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumsel terus meningkat memasuki puncak musim kemarau. Tercatat sudah 257 kejadian sampai dengan 4 Juli 2026. Jumlah titik panas (hotspot) juga terpantau meningkat sebanyak 49 titik pada 5 Juli.

Karhutla yang semakin banyak ini berpotensi mengakibatkan kabut asap, di mana asap tersebut mengandung berbagai gas berbahaya seperti sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2) dan ozon permukaan (O3).

Kualitas udara yang menurun drastis akibat partikel halus asap dapat memicu berbagai gangguan pernapasan dan masalah kesehatan lainnya.

1. Paparan kabut asap dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan

Ilustrasi wanita sesak napas
Ilustrasi wanita sesak napas (freepik.com/rawpixel.com)

Apabila seseorang terpapar asap karhutla dalam jangka waktu yang lama dengan kandungan CO yang tinggi, kekurangan oksigen dalam darah akan berdampak pada tubuh menjadi lemas hingga dapat menyebabkan pingsan.

Paparan kabut asap, bahkan dalam jangka pendek, dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, bronkitis (peradangan pada saluran pernapasan utama menuju paru-paru), dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Selain itu, hal ini berakibat pada gangguan mata, gangguan jantung, dan penurunan kualitas hidup. Untuk mengurangi risiko dan dampak dari bencana kabut asap, diperlukan tindakan pencegahan dan mitigasi yang komprehensif.

2. Tips bagi masyarakat menghadapi kabut asap akibat karhutla

Kabut asap semakin tebal akibat karhutla.
Kabut asap semakin tebal akibat karhutla. (Dok. IDN Times)

Untuk hal tersebut, tips bagi masyarakat menghadapi kabut asap akibat karhutla sebagai berikut

  • Batasi keluar rumah atau ruangan

Jangan keluar rumah untuk menghindari atau mengurangi kontak dengan kabut asap. Jika harus keluar rumah atau ruangan karena sangat penting, maka gunakan masker yang dapat melindungi dari efek kabut asap.

  • Jaga kualitas udara dalam rumah atau ruangan

Karena lebih banyak aktivitas di dalam rumah dan ruangan, jaga kualitas udara dengan menjaga sirkulasi udara dari luar agar tidak masuk ke dalam rumah atau ruangan. Jangan membakar obat nyamuk ataupun tidak merokok dalam ruangan. Kemudian menjernihkan udara dengan alat pejernih seperti AC.

Jika tidak ada AC, kamu bisa memasang kain basah pada sela-sela ventilasi, seperti sela pintu dan jendela. Kain basah atau tirai basah akan menangkal partikulat debu yang masuk ruangan, namun tak membuat sirkulasi udara terhambat.

3. Selalu minum air putih dan jangan lupa mengecek kesehatan

ilustrasi minum air putih (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi minum air putih (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Minum air putih dan makan makanan yang mengandung antioksidan

Saat ada paparan asap, tubuh secara tidak langsung terpapar racun, kotoran, dan polutan lain. Air putih membantu mekanisme pembuangan kotoran dan racun yang masuk ke tubuh.

Asupan air yang cukup berperan penting dalam menunjang kinerja organ tubuh. Tak hanya menghilangkan rasa haus, air putih juga membantu mengatasi dehidrasi, mengalirkan nutrisi penting, hingga membantu melembapkan kulit.

  • Segera periksa Kesehatan

Apabila merasa tubuh kurang nyaman, segeralah periksakan di fasilitas kesehatan dan jangan tunggu hingga bertambah buruk. Tetap harus memperhatikan kondisi tubuh sendiri agar efek buruk asap karhutla tidak menimbulkan gangguan kesehatan yang serius.

Bagi orang yang rentan terhadap paparan kabut asap, seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, terutama mereka yang sudah memiliki gangguan pernapasan dan penyakit jantung, wajib berkonsultasi dengan dokter. Konsultasi bertujuan agar kabut asap tak memunculkan risiko kesehatan yang parah, termasuk kemungkinan penyediaan oksigen serta obat-obatan.

  • Menerapkan PHBS

Saat ruangan sudah aman dari paparan asap, bukan berarti upaya berhenti sampai di sini. Tetap jaga diri dengan menerapkan perilaku hidup sehat bersih (PHBS) dengan mengonsumsi makanan bergizi dan istirahat cukup. Keduanya akan membantu meningkatkan sistem imun sehingga badan tidak mudah tumbang karena asap. Selain itu kurangi kebiasaan buruk seperti merokok atau minum minuman beralkohol

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika

Latest News Sumatera Selatan

See More