Karhutla Sumsel Capai 237 Kasus, 8 Daerah Tetapkan Status Siaga

- BPBD Sumsel mencatat 237 kasus karhutla hingga awal Juli 2026 dengan peningkatan 43 hotspot, mendorong delapan daerah menetapkan status siaga.
- Empat daerah lain diminta segera menetapkan status siaga karena seluruh wilayah Sumsel rawan karhutla, terutama menjelang puncak kemarau Agustus–September.
- Hasil patroli udara dan darat menemukan 15 titik api di beberapa kabupaten, dengan kondisi tanah sangat mudah terbakar sehingga BPBD menyiagakan pesawat dan helikopter pemadam.
Palembang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat sebanyak 237 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah terjadi di berbagai kabupaten dan kota hingga awal Juli 2026. Ditambah peningkatan hotspot sebanyak 43 titik dari data Sipongi Kemenhut yang diakses pada Jumat (3/7/2026) pukul 05.00 WIB.
Seiring meningkatnya angka kejadian karhutla, delapan daerah di Sumsel sudah menetapkan status siaga karhutla. Delapan daerah yang telah menaikkan status siaga karhutla yakni, Muara Enim, Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas Utara (Muratara), dan Ogan Komering Ulu (OKU).
1. Status siaga di tingkat provins

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan, pihaknya mendorong empat daerah lainnya untuk segera menaikkan status. Langkah itu dilakukan untuk memininalisir kejadian kebakaran menghadapi puncak kemarau Agustus-September mendatang.
"Sudah delapan daerah yang menetapkan status siaga karhutla. Di tingkat provinsi, kita juga sudah menetapkan status siaga yang berlaku 22 April hingga 30 November 2026. Beberapa daerah lain terus kita dorong segera menaikkan status siaga," ujarnya, Sabtu (4/7/2026).
2. Seluruh wilayah Sumsel sebenarnya rawan karhutla, 12 jadi prioritas

Adapun empat daerah rawan karhutla lainnya yang diminta segera menetapkan status siaga yakni, Lahat, OKU Timur, Musi Rawas, dan OKU Selatan. Sudirman menegaskan jika seluruh wilayah Sumsel sebenarnya rawan karhutla.
"Namun ada 12 daerah yang menjadi prioritas karena lahannya kerap terbakar. Apalagi sebentar lagi Sumsel memasuki puncak musim kemarau. Karena itu kami terus mendorong daerah-daerah yang rawan karhutla agar segera menetapkan status, sehingga langkah antisipasi bisa dilakukan lebih optimal," ungkapnya.
Menurut Sudirman, penetapan status siaga menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, menyiapkan personel, peralatan, hingga dukungan anggaran dalam penanganan karhutla.
"Kita juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Di tengah kondisi cuaca yang semakin kering, aktivitas tersebut berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan," ujarnya.
3. Potensi kemudahan terjadinya kebakaran sangat mudah pada lapisan permukaan tanah

Sementara itu, hasil patroli udara dan darat pada 2 Juli menunjukkan temuan titik api sebanyak 15 titik, yakni berada di OKI 2 titik, Ogan Ilir 2 titik, PALI 2 titik, Banyuasin 3 titik, Muba 1 titik, dan Palembang 5 titik. BPBD juga menyiapkan 1 unit pesawat Cessna untuk patroli, 1 unit helikopter patroli, dan 3 unit helikopter water bombing.
"Potensi kemudahan terjadinya kebakaran sangat mudah atau very high pada lapisan atas permukaan tanah," terang Sudirman.



















