Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Pangan Sumsel Naik, Gubernur: Karena Cuaca Ekstrem

Harga Pangan Sumsel Naik, Gubernur: Karena Cuaca Ekstrem
Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Intinya Sih
5W1H

  • Harga pangan di Sumsel naik selama Ramadan 2026, terutama ayam potong, telur, cabai, dan bawang akibat cuaca ekstrem yang mengganggu pasokan dan menyebabkan gagal panen.
  • Gubernur Herman Deru menyebut inflasi Sumsel masih terkendali di angka 33,2 persen pada Januari 2026, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 35,5 persen.
  • Pemerintah menilai masyarakat Sumsel tetap bijak berbelanja tanpa panic buying selama Ramadan, sementara pejabat diminta rutin memantau stok dan harga di lapangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Harga sejumlah pangan di Sumatra Selatan konsisten naik sepanjang Ramadan 2026, terutama untuk komoditas utama seperti ayam potong ras, telur ayam, cabai, bawang merah serta bawang putih.

Pantauan IDN Times, harga ayam potong ras konsisten di angka Rp38-42 ribu dari sebelumnya di bawah angka tersebut. Sementara telur ayam berkisar Rp29-30 ribu. Kemudian untuk komoditas cabai bahkan menembus Rp100 ribu per kilogram (kg).

1. Gubernur: harga sedikit tremor karena ada hujan ekstrem

Ilustrasi aktivitas  di Pasar Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Ilustrasi aktivitas di Pasar Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Menurut Gubernur Sumsel Herman Deru, adanya kenaikan harga pangan disebabkan karena kondisi cuaca yang tak menentu hingga berpengaruh terhadap pasokan yang gagal panen seperti cabai.

"Harga memang sedikit tremor karena ada hujan ekstrem, cuaca ekstrem," katanya usai acara rapat koordinasi inflasi Sumsel, Sabtu (28/2/2026).

2. Inflasi Sumsel masih di bawah nasional

ilustrasi inflasi
ilustrasi inflasi (unsplash.com/Mike Cho)

Deru mengklaim, meski permintaan belanja cukup tinggi selama bulan puasa berlangsung, ia menyebut harga pangan di Sumsel masih dalam kondisi stabil jika dibandingkan provinsi lain.

Apalagi kata dia, nilai inflasi Sumsel pada Januari 2026 di angka 33,2 persen. Nilai tersebut masih di bawah nasional sebesar 35,5 persen. "Ini menandakan kestabilan pembelian kebutuhan masyarakat," ujar Deru.

3. Gubernur menilai, masyarakat Sumsel bijak berbelanja saat Ramadan

Situasi di Pasar Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Situasi di Pasar Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Dia menyampaikan, dari hasil monitoring Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), sejauh ini masyarakat sudah bijak berbelanja dan tidak terlihat adanya kondisi panic buying saat momen puasa hingga menimbun produk berlebih.

"Tidak ada panik-paniknya, ini menjadi kebanggaan masyarakat sudah sadar berekonomi dan stok," jelas dia.

Lebih lanjut kata Herman Deru, terkait kondisi inflasi daerah ini, sebaiknya para pejabat bisa lebih sering melakukan kegiatan kunjungan ke lapangan. Tujuannya kata Deru, untuk memantau kepastian stok kebutuhan maupun harga di pasaran.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More