Ekspor dan UMKM Sumsel Diharap Bantu Topang Ekonomi Nasional

- Menteri Perdagangan Budi Santoso berharap ekspor dan UMKM Sumsel dapat menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
- Kepala Karantina Sumsel, Sri Endah Ekandari, terus melakukan pendampingan ekspor pada pelaku usaha untuk memenuhi persyaratan negara tujuan.
- Direktur Standar Karantina Hewan Barantin Suwarno Tri Widodo menekankan pentingnya sertifikasi keamanan pangan dan pakan untuk komoditas yang diekspor.
Palembang, IDN Times - Menteri Perdagangan Budi Santoso berharap kegiatan ekspor serta keberadaan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sumatra Selatan bisa mendorong dan menopang penguatan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia didukung ekspor dan pelaku usaha, UMKM, perusahaan kecil hingga besar. Harapannya dapat bersaing di kancah global," kata dia saat menghadiri kegiatan pelepasan ekspor komoditas pakan hewan sebanyak 73.470 kg tujuan Filipina di PT EVO Manufacturing Indonesia Palembang pada 12 Februari 2026.
1. Karantina Sumsel bangun sinergi berbagai pihak jaga ekosistem ekspor

Sementara, kata Kepala Karantina Sumsel, Sri Endah Ekandari, pihak karantina akan terus melakukan pendampingan ekspor pada pelaku usaha agar komoditas maupun produk yang akan dikirim ke luar negeri sudah memenuhi persyaratan negara tujuan.
"Kami terus sinergi baik dengan pemerintah pusat maupun daerah dalam mendorong peningkatan ekspor aman, sehat, dan berdaya saing," jelasnya.
Endah menambahkan, dari total nilai ekspor pakan hewan Sumsel yang mencapai Rp2,7 miliar, diharapkan mendorong pelaku usaha lainnya untuk memperluas pasar ekspor, meningkatkan daya saing produk daerah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Sumsel secara berkelanjutan.
2. Karantina memastikan sertifikasi keamanan komoditas ekspor

Direktur Standar Karantina Hewan Barantin Suwarno Tri Widodo menambahkan, setiap komoditas hewan dan produk yang akan diekspor harus memenuhi persyaratan karantina, salah satunya memiliki sertifikasi keamanan pangan dan pakan.
"Ini agar komoditas yang diekspor tidak mengalami penolakan atau mendapatkan notification of non-compliance (NNC). Karantina berperan memastikan keamanan dan mutu pakan dengan memberikan sertifikasi untuk pakan hewan," kata Suwarno.
3. Kegiatan ekspor merupakan simbol kepercayaan pasar luar negeri

Lebih lanjut, Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang turut mengapresiasi kinerja seluruh pihak yang terus mendorong produk lokal asal Sumsel untuk bisa menembus pasar global.
Dia juga menekankan bahwa ekspor pakan hewan memiliki potensi besar dalam dunia perdagangan. Ia berharap ekspor Sumsel kian berkembang dan mampu bersaing di skala dunia dan secara internasional.
"Ekspor bukan hanya angka ekonomi, tetapi juga simbol kepercayaan pasar luar negeri terhadap produk Sumsel," jelasnya.


















