Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Diduga Alami Bullying, Siswa Sekolah Rakyat Empat Lawang Cidera Tangan

Kab. Empat Lawang
Diduga Alami Bullying, Siswa Sekolah Rakyat Empat Lawang Cidera Tangan
Siswa Sekolah Rakyat Empat Lawang saat menjalani perawatan medis akibat aksi perundungan di asrama. (Dok. IDN Times)
  • Siswa Sekolah Rakyat Empat Lawang berinisial E diduga mengalami perundungan setelah pembagian bantal pada malam 10 Agustus 2026, hingga tangan kanannya cedera.
  • Wali asrama melerai dan mengamankan siswa yang terlibat, sementara korban dibawa ke RSUD Empat Lawang untuk penanganan medis.
  • Sekolah berkomunikasi dengan keluarga dan pihak berwenang, mengevaluasi pengawasan asrama, sedangkan E dipulangkan untuk pemulihan dan sementara meninggalkan kegiatan belajar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Empat Lawang, IDN Times - Salah satu siswa Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Empat Lawang berinisial E harus dipulangkan ke rumah setelah diduga menjadi korban bullying alias perundungan oleh sejumlah siswa di lingkungan sekolah.

Kejadian tidak mengenakkan ini menimpa E yang diketahui baru dua hari bersekolah setelah pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin (7/9/2026). E kemudian mendapat penanganan medis di RSUD Empat Lawang setelah mengalami cedera pada tangan kanannya.

Kondisi tersebut membuat siswa itu sementara waktu meninggalkan asrama dan aktivitas belajar di Sekolah Rakyat.

  1. 1. Diduga keributan bermula saat pembagian bantal

    Ilustrasi bullying dengan seorang anak duduk menunduk sementara beberapa orang di sekitarnya mengintimidasi.
    ilustrasi bullying (pexels.com/@Mikhail-Nilov)

    Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Empat Lawang, Suparno, mengatakan, peristiwa tersebut diduga bermula dari keributan yang terjadi setelah salat Isya, saat para siswa mengikuti pembagian bantal, Kamis (10/8/2026) malam.

    Dalam situasi tersebut, E disebut-sebut dicegat oleh sejumlah siswa. Kemudian terjadi tindakan kekerasan yang mengakibatkan tangan kanan korban mengalami cedera. Pihak sekolah menyatakan langsung mengambil langkah setelah mengetahui kejadian tersebut.

    "Begitu peristiwa terjadi, wali asrama segera melerai dan mengamankan anak-anak yang terlibat. Kami sangat prihatin atas kejadian tersebut," ujarnya.

  2. 2. Pihak sekolah terus membuka komunikasi dengan keluarga korban

    Ilustrasi perundungan sebagai gambaran isu kekerasan verbal, sosial, atau fisik yang dapat dialami seseorang.
    ilustrasi bullying (IDN Times/Aditya Pratama)

    Suparno memastikan siswa yang mengalami luka langsung dibawa ke RS untuk mendapatkan penanganan medis. Langkah tersebut merupakan respons awal sekolah untuk memastikan kondisi anak mendapat perhatian dan penanganan yang diperlukan.

    Ia menegaskan bahwa keselamatan dan perlindungan seluruh peserta didik menjadi prioritas utama sekolah. Pihak sekolah juga terus membuka komunikasi dengan keluarga serta berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait peristiwa tersebut.

    “Sekolah terus berkomunikasi dengan keluarga dan berkoordinasi dengan pihak yang berwenang. Kami menghormati proses yang saat ini berlangsung,” jelasnya.

    Menurutnya, penanganan persoalan tidak hanya berhenti pada insiden yang telah terjadi. Selain menangani siswa yang mengalami luka, sekolah juga melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan dan pola pengasuhan di lingkungan asrama.

    "Kami melakukan evaluasi terhadap pengawasan dan pengasuhan di lingkungan asrama agar kejadian serupa tidak terulang. Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengetahui adanya celah dalam pengawasan yang memungkinkan terjadinya peristiwa tersebut," tegasnya.

  3. 3. Untuk sementara aktivitas belajar korban di Sekolah Rakyat harus ditinggalkan

    Ilustrasi bertema Sekolah Rakyat karya Sukma Mardya Shakti untuk artikel pendidikan di media IDN Times.
    ilustrasi Sekolah Rakyat (IDN Times/Sukma Mardya Shakti)

    Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Empat Lawang, Mardalena, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima informasi mengenai kondisi korban.

    “Dapat informasi itu, kami langsung bawa ke rumah sakit bersama wali asuh untuk diobati,” ujarnya.

    Setelah memperoleh penanganan medis, E kemudian dipulangkan ke rumah untuk menjalani pemulihan. "Informasi dari sekolah, untuk sementara aktivitas belajarnya di Sekolah Rakyat harus ditinggalkan," ungkapnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More