Revitalisasi BKB: Budayawan Dorong Pemkot Palembang Gandeng Akademisi

- Pemkot Palembang menargetkan revitalisasi Benteng Kuto Besak selesai dan dibuka untuk umum pada 2027, sementara pemerintah pusat mendorong penetapannya sebagai Cagar Budaya Nasional.
- Budayawan Robi Sunata meminta pemerintah menggandeng akademisi, seperti Unsri atau Musi Charitas, untuk menyusun kajian pariwisata, survei pasar, target pengunjung, dan strategi promosi BKB.
- Robi menekankan pengelolaan serta promosi BKB harus serius dan berkelanjutan melalui rangkaian kegiatan konsisten, agar simbol Kota Palembang itu berkembang menjadi destinasi wisata menarik.
Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota Palembang terus mendorong penyelesaian revitalisasi Benteng Kuto Besak (BKB). Selain menargetkan kawasan bersejarah itu bisa dibuka untuk umum pada 2027, pemerintah pusat juga mendorong BKB untuk ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional.
Rencana tersebut mendapat sambutan positif dari Budayawan Sumatra Selatan, Robi Sunata. Menurutnya, penetapan BKB sebagai Cagar Budaya Nasional menjadi langkah penting untuk menjaga keberadaan dan nilai sejarah kawasan BKB.
"Kami harap proses revitalisasi dan pengembangan BKB ke depan tidak hanya melibatkan pemerintah. Tapi juga menggandeng kalangan akademisi," ujarnya dikonfirmasi IDN Times, Minggu (13/9/2026).
1. Sarankan keterlibatan dari Unsri atau Musi Charitas saat revitalisasi BKB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat berkunjung ke Kawasan BKB Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin) Robi menyampaikan, tujuan melibatkan akademisi adalah agar pengelolaan BKB memiliki kajian yang matang, terutama dari sisi pariwisata dan strategi pemasaran. Harapannya, tingkat kunjungan wisatawan meningkat.
Dia menyarankan, pemerintah melibatkan perguruan tinggi seperti Universitas Sriwijaya (Unsri) atau Musi Charitas. Sebab, katanya, kedua kampus tersebut memiliki sumber daya di bidang manajemen yang dapat membantu pemerintah melakukan survei pasar sekaligus menyusun strategi promosi.
"Ini jadi kajian penting untuk mengetahui karakter dan target wisatawan, kebutuhan pengunjung, hingga strategi promosi yang paling tepat," jelasnya.
2. Diharapkan BKB jadi kawasan destinasi menarik

Rencana desain BKB Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin) Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dari keterlibatan akademisi, BKB tidak hanya menjadi kawasan bersejarah yang telah direvitalisasi, tetapi juga dapat berkembang sebagai destinasi wisata menarik.
Robi mengingatkan, upaya mendatangkan wisatawan tidak cukup hanya mengandalkan acara peresmian. Setelah BKB resmi dibuka, harus ada rangkaian kegiatan yang dilakukan secara konsisten untuk memperkenalkan BKB kepada wisatawan.
"Jadi tidak bisa berharap ramai hanya dengan modal satu kali acara peresmian saja. Mesti konsisten," jelas dia.
3. Mengenalkan BKB butuh strategi promosi konsisten

Kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin) Robi menambahkan, BKB memiliki posisi yang berbeda dengan kawasan heritage lainnya di Palembang. Jika kawasan seperti Sekanak masih perlu diperkenalkan sebagai destinasi wisata, BKB sejak awal sudah memiliki nilai kuat sebagai salah satu simbol Kota Palembang.
"Makanya, pengelolaan BKB setelah revitalisasi dan penetapan sebagai cagar budaya harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan," katanya.
Kemudian, jelas Robi, promosi juga perlu dirancang agar keberadaan BKB sebagai destinasi wisata terus diingat dan menarik kunjungan.
"Kenapa mesti konsisten? Karena beda dengan Sekanak, Kuto Besak ini sudah menjadi simbol atau penanda Kota Palembang, jadi mesti serius mengurusnya," ujarnya.
















