Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengapa Asap Karhutla OKI Mengepung Palembang? Ini Penjelasan BMKG

Kota Palembang
2 min read
Mengapa Asap Karhutla OKI Mengepung Palembang? Ini Penjelasan BMKG
Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Kualitas udara Palembang memburuk akibat konsentrasi PM2.5 mencapai 307,7 mikrometer pada 01.00 WIB dan 604 mikrometer pada 09.00 WIB, sehingga berada pada level berbahaya.

  • Asap karhutla mengepung Palembang karena arah angin membawa polutan dari wilayah timur dan tenggara Sumsel, terutama OKI yang mencatat 1.726 titik panas.

  • Hujan telah turun di sejumlah wilayah Sumsel, tetapi belum mencakup OKI sebagai pusat kebakaran; pemadaman lahan gambut memerlukan hujan lebat, luas, dan merata selama beberapa hari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Kualitas udara di Palembang makin memburuk berdasarkan indikator Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang melampaui angka 1000 hari ini. Kondisi pekat asap pun makin tebal di seluruh kawasan Bumi Sriwijaya.

Kondisi asap yang kian membahayakan kesehatan ini dipertanyakan oleh sebagian masyarakat. Apa sebenarnya yang menyebabkan Palembang terkena asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), padahal mayoritas kebakaran terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)?

  1. 1. Kabut asap terjadi di Palembang terbawa angin

    Kabut asap tebal menyelimuti Palembang, dengan Jembatan Ampera tampak samar di kejauhan pada Minggu, 23 Agustus 2026.
    Kabut asap menyelimuti Palembang, Minggu 23 Agustus 2026. Jembatan Ampera tampak samar dari kejauhan. (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, Palembang kini berada dalam konsentrasi partikulat PM2.5 dengan angka 307,7 mikrogram per meter kubik sejak pukul 01.00 WIB, Senin (5/10/2026).

    Situasi tersebut menjadi penyebab kualitas udara di Palembang berada pada level berbahaya. Kondisi ini juga terus berlangsung hingga pukul 09.00 WIB, di mana PM 2.5 mencapai 604 mikrogram per meter kubik.

    "Kabut asap karhutla yang mengepung Palembang disebabkan arah angin yang bersumber lokasi kebakaran di kawasan Timur dan Tenggara wilayah Sumsel," katanya.

  2. 2. OKI jadi titik hotspot tertinggi karhutla

    Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan
    Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Lebih lanjut, Wandayantolis mengatakan bahwa kawasan karhutla yang menyebabkan asap menyebar ke Palembang adalah di OKI, yang menjadi pusat kawasan karhutla terbesar dengan sumber hotspot tembus 1.726 titik.

    “Sampai saat ini, terpantau hotspot tertinggi ada di kawasan tersebut (OKI),” ujarnya.

  3. 3. OKI belum turun hujan

    Panorama Kota Palembang tertutup kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan yang mengurangi jarak pandang.
    Kondisi Kota Palembang yang diselimuti kabut asap akibat Karhutla. (IDN Times Rangga Efrizal)

    Sementara itu, dari catatan BMKG, sebagian wilayah Sumsel saat ini telah diguyur hujan seperti di Musi Rawas Utara (Muratara), Lahat, Pagar Alam, Empat Lawang, Muara Enim dan OKU Selatan.

    Tetapi, hujan tersebut belum berlangsung di wilayah OKI yang menjadi area pusat kebakaran berlangsung. Sehingga, asap terus terjadi dan mengarah ke Palembang.

    “Hujan yang terjadi belum mencakup pada wilayah sumber asap di wilayah sana. Untuk kawasan gambut yang terbakar, butuh hujan intensitas lebat  yang luas dan merata selama beberapa hari untuk benar-benar memadamkan apinya,” jelas dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More