Tari Mare-mare dari Kabupaten Muba. (YouTube)
Menurut Yayan, keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari sinergi indah antara Pemerintah Kabupaten Muba, para pelaku budaya, maestro, akademisi, komunitas, hingga masyarakat biasa yang bahu-membahu menjaga agar api tradisi tidak padam digerus zaman.
"Dominasi Muba dalam penetapan ini menjadi pengingat manis bahwa daerah ini memiliki harta karun kebudayaan yang tak ternilai harganya. Namun, gelar ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak baru.
Yayan menekankan, warisan yang telah diakui ini harus terus ditiupkan ruhnya agar tetap hidup di hati generasi muda. Bisa melewati pendidikan, festival budaya, riset, hingga promosi yang berkelanjutan.
"Dengan demikian, budaya tidak hanya lestari, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah, sektor pariwisata, dan ekonomi kreatif," ungkapnya.