Harga Telur dan Ayam Turun di Pasar Randik Sekayu Muba Sejak MBG Libur

Penurunan harga juga terjadi pada berbagai komoditas hortikultura
Penurunan harga dipengaruhi melimpahnya pasokan di pasar
Masyarakat berharap harga kebutuhan pokok tetap stabil jelang tahun ajaran baru
Musi Banyuasin, IDN Times - Harga sejumlah kebutuhan bahan pokok di Pasar Tradisional Randik Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kompak mengalami penurunan harga. Mulai dari telur, ayam potong, ikan, cabai, hingga sayuran. Para pedagang menyebut tren penurunan mulai terjadi sejak libur sekolah dan menduga penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memengaruhi permintaan di pasar.
Pantauan IDN Times di Pasar Randik, Rabu (1/6/2026), kondisi pasar tampak ramai dikarenakan daya beli masyarakat meningkat untuk kebutuhan sehari-hari. Stok kebutuhan pangan cukup banyak dengan selisih harga jual tak jauh berbeda antar pedagang.
1. Penurunan harga juga terjadi pada berbagai komoditas hortikultura

Turunnya harga paling terasa terjadi pada komoditas telur ayam ras. Di tingkat eceran, harga telur kini dijual sekitar Rp23 ribu per kilogram, jauh lebih rendah dibanding beberapa pekan sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp26 ribu hingga Rp28 ribu per kilogram.
Tak hanya telur, harga daging ayam ras juga mulai mengalami penurunan. Saat ini harga daging ayam berada di kisaran Rp34 ribu per kilogram, lebih rendah dibanding harga normal sebelumnya yang mencapai sekitar Rp35-36 ribu per kilogram.
Penurunan harga juga terjadi pada berbagai komoditas hortikultura. Harga cabai kecil sekarang Rp35 per kilogram, padahal biasanya lebih dari Rp50 ribu. Bawang merah dari Rp55 ribu sekarang tinggal Rp40 ribu. Cabai merah besar juga turun dari sekitar Rp80 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram.
2. Penurunan harga dipengaruhi melimpahnya pasokan di pasar

Salah satu pedagang telur di Pasar Randik, Mai mengatakan, penurunan harga dipengaruhi melimpahnya pasokan di pasar sejak sepekan terakhir. Maka itu keuntungannya masih tetap namun daya beli masyarakat meningkat.
"Memang liburnya MBG berpengaruh pada stok barang. Semenjak libur sekolah ini Alhamdulillah stok banyak terutama telur. Karena banyak dapur (SPPG) yang beli di kami," ujarnya.
Mai mengakui kondisi tersebut membuat masyarakat lebih leluasa memenuhi kebutuhan rumah tangga dan cukup terbantu dengan kondisi tersebut.
"Kami juga mengikuti harga dari pemasok. Harapan kami dari pedagang ini, harga tetap stabil agar daya beli masyarakat terjaga. Pedagang juga tetap memperoleh keuntungan yang layak," ungkapnya.
3. Masyarakat berharap harga kebutuhan pokok tetap stabil jelang tahun ajaran baru

Menjelang tahun ajaran baru, masyarakat berharap harga kebutuhan pokok tetap stabil sehingga tidak menambah beban pengeluaran rumah tangga. Wati, salah satu warga Sekayu berharap harga telur dan ayam tidak naik lagi saat dapur SPPG kembali beroperasi.
"Rasanya lega sekali belanja kalau harga bahan pokok turun. Mau masak juga senang hati karena tak perlu berhemat. Jadi tolonglah pemerintah, jangan sampai harganya melambung seperti yang sudah-sudah," ucapnya.


















