Akun Disebut Diretas, IRT di Palembang Malah Kehilangan Rp10,8 Juta

- IRT bernama Halimahtu Syadiah di Palembang kehilangan Rp10,8 juta setelah ditelepon pelaku yang mengaku tim Shopee dan menyebut akunnya perlu diamankan dari peretasan.
- Korban mengikuti instruksi penelepon karena percaya, lalu menerima notifikasi transaksi ShopeePinjam senilai Rp10,8 juta yang menggunakan akun miliknya.
- Halimahtu melaporkan dugaan penipuan agar pelaku ditangkap; Polrestabes Palembang telah menerima laporan dan akan meneruskannya ke Unit Pidsus Satreskrim untuk penyelidikan.
Palembang, IDN Times - Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel) menjadi korban penipuan dengan modus mengaku sebagai tim dari Shopee. Korban, Halimahtu Syadiah (30), harus kehilangan uang Rp10,8 juta setelah mengikuti arahan penelepon yang disebut hendak membantu mengamankan akun miliknya yang hendak diretas.
“Saat itu saya sedang di rumah, Pak. Lalu disapa lewat telepon oleh terlapor yang mengaku dari pihak Shopee," ungkap Halimahtu, Jumat (11/9/2026).
1. Ditelepon pihak yang mengaku tim Shopee

ilustrasi pemerasan halus melalui biaya administrasi kepada korban penipuan kerja digital (pexels.com/Sora Shimazaki ) Warga Seberang Ulu (SU) 2 Palembang tersebut mengaku tengah berada di rumah saat pelaku menelepon dirinya. Saat itu, pelaku menyebut bahwa akun Shopee miliknya telah diretas orang dan harus segera dipulihkan.
Korban yang percaya kemudian mengikuti sejumlah instruksi yang diberikan pelaku melalui sambungan telepon. Namun, setelah menjalankan arahan tersebut, Halimahtu justru mendapat notifikasi adanya transaksi melalui layanan ShopeePinjam (SPinjam) menggunakan akunnya.
“Setelah saya ikuti arahannya, tidak lama kemudian ada pemberitahuan transaksi ShopeePinjam sebesar Rp10,8 juta,” jelasnya.
2. Berharap pelaku ditangkap

ilustrasi scam (pexels.com/Markus Winkler) Halimahtu mengungkap, bahwa kejadian ini baru pertama kali menimpa dirinya. Dirinya berharap polisi dapat menyelidiki dan menangkap para pelaku.
"Saya merasa ditipu, makanya melapor ke sini agar pelakunya ditangkap," katanya.
3. Polisi tindak lanjuti laporan korban

ilustrasi penipuan atau scam (vecteezy.com/Grigory Alekhin) Pamapta Piket SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Rifki Syerif Reza, membenarkan adanya laporan dugaan penipuan tersebut. Menurutnya, laporan yang disampaikan korban telah diterima dan akan diteruskan untuk proses penyelidikan.
"Laporan korban sudah kami terima dan akan segera ditindaklanjuti oleh Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polrestabes Palembang," kata Rifki.





















