Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Antisipasi Asap Karhutla, Relawan Bagikan 8 Ribu Masker di Palembang

Kota Palembang
Antisipasi Asap Karhutla, Relawan Bagikan 8 Ribu Masker di Palembang
Sebanyak 80 relawan turun ke delapan titik strategis di Kota Palembang untuk membagikan 8.000 masker kepada masyarakat, Jumat (11/9/2026). (Dok. APHI)
  • Sebanyak 80 relawan membagikan 8.000 masker di delapan titik strategis Palembang pada 11 September 2026, sebagai respons atas penurunan kualitas udara akibat asap karhutla.

  • Aksi Peduli Berbagi Masker merupakan kolaborasi APHI Sumsel, Pemprov Sumsel, Mitra APP Group, organisasi masyarakat, mahasiswa, serta komunitas pengemudi ojek online.

  • Pemprov Sumsel mencatat kecenderungan peningkatan kasus ISPA akibat asap karhutla, mengimbau penggunaan masker, dan melanjutkan pengendalian kebakaran hutan serta lahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times — Sebanyak 80 relawan turun ke delapan titik strategis di Kota Palembang untuk membagikan 8 ribu masker kepada masyarakat, Jumat (11/9/2026). Aksi sosial ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan warga di tengah menurunnya kualitas udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan bertajuk Peduli Berbagi Masker ini merupakan kolaborasi Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komda Sumsel bersama Pemprov Sumsel dengan mengusung semangat Bersama Melindungi, Bersama Sehatkan Negeri.

  1. 1. Sebanyak 8 ribu masker disalurkan ke delapan titik keramaian

    Relawan membagikan masker kepada warga dalam aksi distribusi 8.000 masker di delapan titik Kota Palembang.
    Sebanyak 80 relawan turun ke delapan titik strategis di Kota Palembang untuk membagikan 8.000 masker kepada masyarakat, Jumat (11/9/2026). (Dok. APHI)

    Sebanyak 8.000 masker yang dibagikan merupakan bantuan dari perusahaan Mitra APP Group melalui APHI Sumsel. Masker tersebut kemudian didistribusikan langsung oleh para relawan kepada masyarakat di sejumlah pusat aktivitas dan keramaian di Palembang.

    Aksi ini juga melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari Paguyuban Sinar Mas Sumatra Selatan, LKNU Sumsel, Laznas Yakesma Sumsel, mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, Paguyuban Ojol Trisula Nusantara, hingga Komunitas Ojol Garing yang menaungi pengemudi Gojek dan Grab di kawasan Jakabaring.

    Ketua APHI Komda Sumsel, Iwan Setiawan, mengatakan penanganan dampak karhutla tidak bisa hanya mengandalkan upaya pemadaman di lapangan, tetapi juga membutuhkan kepedulian bersama untuk melindungi masyarakat.

    “Penanganan dampak karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak, tidak hanya dalam pengendalian di lapangan, tetapi juga dalam melindungi masyarakat dari dampaknya. Melalui kolaborasi ini, APHI bersama pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat ingin memastikan dukungan dapat menjangkau masyarakat secara langsung. Pembagian masker ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga kesehatan masyarakat di tengah kondisi kualitas udara saat ini,” ujar Iwan.

  2. 2. Pemprov Sumsel apresiasi kolaborasi APHI dan Mitra APP Group

    Sekda Sumsel Edward Chandra membagikan masker kepada pengemudi ojek online dalam kegiatan APHI.
    Sekda Sumsel Edward Chandra membagikan masker kepada ojol. (Dok. APHI)

    Sekretaris Daerah Sumsel, Edward Candra, secara langsung melepas para relawan sebelum pembagian masker dimulai. Ia mengapresiasi kontribusi APHI dan Mitra APP Group yang dinilai turut mendukung perlindungan kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang terdampak asap.

    “Kami mengapresiasi APHI dan APP Group yang telah menunjukkan kepedulian melalui bantuan masker untuk masyarakat. Hari ini kita melepas para relawan untuk bersama-sama membagikan 8 ribu masker,” ujar Edward.

    Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi langkah penting agar bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan secara cepat dan langsung.

  3. 3. ISPA meningkat, masyarakat diminta menjaga kesehatan

    Relawan membagikan masker kepada masyarakat dalam aksi distribusi 8.000 masker di salah satu titik strategis Kota Palembang.
    Sebanyak 80 relawan turun ke delapan titik strategis di Kota Palembang untuk membagikan 8.000 masker kepada masyarakat, Jumat (11/9/2026). (Dok. APHI)

    Edward mengatakan dampak karhutla terhadap kualitas udara telah dirasakan masyarakat. Berdasarkan data yang ada, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) juga menunjukkan kecenderungan meningkat, sehingga penggunaan masker menjadi salah satu upaya pencegahan yang perlu dilakukan.

    “Kita sudah merasakan bagaimana kondisi udara saat ini sebagai dampak dari karhutla. Melihat data yang ada, tingkat ISPA cenderung meningkat. Dengan kondisi ini, kita perlu menjaga kesehatan bersama, salah satunya dengan menggunakan masker,” lanjutnya.

    Di sisi lain, pemerintah daerah bersama berbagai pihak terus memperkuat upaya pengendalian karhutla. Edward berharap penanganan di lapangan segera membuahkan hasil sehingga kualitas udara di Sumatra Selatan kembali membaik.

    “Upaya sudah dilakukan pemerintah daerah bersama berbagai pihak untuk mengendalikan karhutla. Kita berharap upaya ini berhasil. Kita juga melaksanakan salat istisqa, semoga Allah SWT menurunkan hujan sehingga karhutla berakhir dan kita bisa kembali menghirup udara yang nyaman,” katanya.

    Melalui aksi pembagian masker ini, kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, mahasiswa, dan komunitas diharapkan dapat membantu mengurangi risiko paparan asap sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan selama kualitas udara belum sepenuhnya pulih.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More