Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Karhutla Meluas, BKSDA Sumsel Waspadai Api Mendekati Habitat Gajah

Kota Palembang
Karhutla Meluas, BKSDA Sumsel Waspadai Api Mendekati Habitat Gajah
Gajah Sumatra di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, kawasan Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Ogan Komering Ilir (OKI) (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Kebakaran di Suaka Margasatwa Padang Sugihan, OKI, berlangsung 11 hari sejak 1 September 2026 dan sementara diperkirakan membakar 90 hektare.
  • BKSDA Sumsel memantau titik api di bagian timur agar tidak mendekati habitat gajah; area gajah terpantau aman dan belum ada gajah keluar.
  • Pemadaman terus dilakukan tim gabungan dengan dukungan helikopter water bombing, namun lahan gambut bervegetasi semak membuat api belum sepenuhnya padam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan masih mewaspadai pergerakan api di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Ogan Komering Ilir (OKI), agar tidak mendekati kawasan habitat puluhan ekor gajah.

Kepala BKSDA Sumsel, Daniwari Widiyanto, mengatakan titik api masih ditemukan di bagian timur kawasan. Meski begitu, berdasarkan pemantauan sementara, area yang dihuni gajah masih dalam kondisi aman.

“Area gajah masih termonitor aman, namun tetap kami waspadai untuk upaya pencegahan agar kepala api makin mengarah ke habitat gajah,” kata Daniwari, Jumat (11/9/2026).

  1. 1. Pastikan gajah masih di dalam habitat

    Gajah Sumatra yang berada di PKG Jalur 21 Padang Sugihan.
    Gajah Sumatra yang berada di PKG Jalur 21 Padang Sugihan. (Dok. BKSDA Sumsel)

    Kebakaran di SM Padang Sugihan sendiri telah berlangsung selama 11 hari sejak 1 September 2026. Luas lahan yang terbakar sementara diperkirakan mencapai 90 hektare.

    Selain ancaman api, BKSDA turut mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan gajah. Terlebih, kebakaran terjadi di kawasan yang merupakan habitat satwa tersebut.

    “Sampai saat ini belum ada gajah yang keluar dari habitatnya,” ungkap dia.

  2. 2. Terus pantau keberadaan gajah

    Bayi Gajah Sumatra baru lahir di PKG Jalur 21 Padang Sugihan, Sumatra Selatan.
    Bayi Gajah Sumatra baru lahir di PKG Jalur 21 Padang Sugihan, Sumatra Selatan. (Dok. BKSDA Sumsel)

    Untuk gajah binaan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21, pengawasan dilakukan lebih intensif bersama mahout atau pawang gajah. BKSDA juga memastikan kebutuhan pakan, nutrisi, obat-obatan, serta pemeriksaan medis tetap tersedia.

    “Gajah liar dan gajah binaan tetap menjadi perhatian kita,” jelasnya.

  3. 3. Pemadaman masih berlangsung

    Bayi Gajah Sumatra baru lahir di PKG Jalur 21 Padang Sugihan, Sumatra Selatan.
    Bayi Gajah Sumatra baru lahir di PKG Jalur 21 Padang Sugihan, Sumatra Selatan. (Dok. BKSDA Sumsel)

    Di sisi lain, upaya pemadaman masih dilakukan karena api belum sepenuhnya padam. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto, mengatakan kondisi lahan yang terbakar cukup menyulitkan petugas lantaran berupa gambut dengan vegetasi semak belukar.

    Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, masyarakat peduli api, BKSDA Sumsel, pemadam dari perusahaan, serta dukungan helikopter water bombing masih dikerahkan untuk menangani kebakaran.

    “Kami masih lakukan pemadaman di SM Padang Sugihan karena sampai sekarang belum juga padam,” kata Ferdian.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More