Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Warga Muara Enim Tersambar Petir Berteduh di Pondok Sawit, 1 Tewas

7 Warga Muara Enim Tersambar Petir Berteduh di Pondok Sawit, 1 Tewas
Para korban yang tersambar petir saat menjalani perawatan di RSUD Prabumulih. (Dok. IDN Times)
Intinya Sih
  • Semua korban luka langsung dilarikan ke RSUD Kota Prabumulih untuk mendapatkan perawatan medis

  • Para korban mendapat pekerjaan borongan untuk membersihkan lahan sawit

  • Kondisi enam korban sudah membaik namun seorang lagi masih dirawat

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Muara Enim, IDN Times -‎ Sebanyak tujuh warga Desa Alai, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, tersambar petir saat berteduh di pondok kebun sawit pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Salah satu di antaranya tewas sementara enam lainnya mengalami luka bakar dan syok berat.

Identitas para korban yakni Sunarti (53), Purwanti (43), Fini Famala (30), Opinia (26), Enti Ertika (48), dan Dela Agelia (26). Sedangkan korban tewas bernama Rena Agustina (35), warga Desa Alai Selatan, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim. Semua korban luka langsung dilarikan ke RSUD Kota Prabumulih untuk mendapatkan perawatan medis.

1. Para korban mendapat pekerjaan borongan untuk membersihkan lahan sawit

ilustrasi sambaran petir (pexels.com/Kemal Christian Catovic #Cato)
ilustrasi sambaran petir (pexels.com/Kemal Christian Catovic #Cato)

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan kebun sawit Desa Alai, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim. Ketika itu, para korban mendapat pekerjaan borongan untuk membersihkan lahan sawit milik seorang warga di sana.

Sekitar pukul 12.30 WIB, ketujuh ibu-ibu tersebut mulai bekerja. Namun, sekitar pukul 14.30 WIB, tiba-tiba cuaca di lahan sawit tersebut mendung dan hendak hujan. Fini bersama enam rekannya itu lalu memutuskan untuk berteduh di pondok yang ada di seputaran kebun sawit tersebut.

Tak lama berteduh, tiba-tiba ada kilatan petir yang menyambar pondok tersebut. Seketika para korban terkapar pingsan. Lalu, selang beberapa waktu, seorang korban bernama Fini tersadar dan sekuat tenaga bangkit meminta pertolongan kepada orang-orang yang berada di kebun sebelahnya.

Untungnya, di kebun sebelah ada orang sehingga kemudian menghubungi warga lainnya dan langsung mengevakuasi para korban ke RSUD Prabumulih.

2. Kondisi enam korban sudah membaik namun seorang lagi masih dirawat

Ilustrasi petir. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi petir. (IDN Times/Mardya Shakti)

Kades Alai Selatan, Lukman Hakim, mengatakan sekitar pukul 15.30 WIB ia mendapat informasi ada warga yang tersambar petir. Akibat kejadian sambaran petir tersebut, korban Rena Agustina dinyatakan oleh pihak medis sudah meninggal dunia.

"Setelah mendapat kabar, saya spontan mengambil kunci rumah dan berangkat ke Poskesdes. Semua korban langsung dievakuasi ke RSUD Kota Prabumulih dan satu orang dinyatakan meninggal dunia," ujarnya.

Saat ini, keadaan enam orang ini sudah membaik, namun ada seorang lagi yang butuh perawatan intensif.

"Kemungkinan bisa segera pulang," jelas Kades

3. Korban meninggal telah dibawa pihak keluarga ke rumah duka untuk dimakamkan

Ilustrasi petir. (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi petir. (IDN Times/Sukma Shakti)

Kepala SPK Regu C Polsek Lembak, Aiptu Andry Juni Putra, membenarkan adanya peristiwa sambaran petir tersebut.

"Sekitar pukul 14.30 WIB hujan turun dan mereka berteduh saat sedang bekerja membersihkan kebun sawit. Pondok tempat mereka berteduh itu belum memiliki atap yang layak," ungkapnya.

Pihaknya mendapat informasi dari RSUD bahwa korban yang meninggal diduga sudah tidak bernyawa saat perjalanan menuju rumah sakit. Saat ini korban meninggal telah dibawa pihak keluarga ke rumah duka untuk dimakamkan.

"Sedangkan enam korban lainnya masih bisa diajak berkomunikasi meski mengalami kram dan trauma akibat sambaran petir," jelasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika

Latest News Sumatera Selatan

See More