Karhutla Sumsel Melonjak 348 Kejadian, 5 Kabupaten Masuk Zona Merah

BPBD Sumsel mencatat 348 kejadian karhutla hingga 14 Juli 2026 dengan luas terdampak sekitar 305,39 hektare dan lima kabupaten masuk zona merah.
PALI menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, disusul Muba, Ogan Ilir, Banyuasin, dan Muara Enim; sementara Pagar Alam serta Empat Lawang masih zona hijau tanpa laporan kebakaran.
Kondisi cuaca kering dan minim hujan memicu peningkatan hotspot, mendorong BPBD memperketat patroli darat dan udara serta mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Palembang, IDN Times -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel melaporkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sudah mencapai 348 kejadian per 14 Juli 2026. Selain itu, jumlah titik panas (hotspot) per 14 Juli pukul 05.00 WIB sebanyak 37 titik, lebih sedikit dibanding tanggal 13 Juli yang mencapai 92 titik.
Hingga saat ini, sudah 5 kabupaten di Sumsel masuk kategori zona merah. Peningkatan kejadian di Banyuasin membuat wilayah yang berdampingan dengan Kota Palembang ini masuk dalam kategori tersebut. Sebelumnya, empat daerah yang lebih dulu berstatus zona merah adalah Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Banyuasin (Muba), Ogan Ilir, dan Muara Enim. Kelima daerah ini memiliki lebih dari 30 kejadian.
1. Kondisi cuaca didominasi cerah berawan dengan potensi hujan ringan

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan, kondisi cuaca yang didominasi cerah berawan dengan potensi hujan ringan di beberapa wilayah tetap memerlukan kewaspadaan tinggi karena risiko karhutla masih sangat besar. Adapun potensi kemudahan terjadinya kebakaran sangat murah (very high) pad lapisan atas permukaan tanah.
"Indikasi luas karhutla di Sumsel saat ini 305.39 hektar. Hasil patroli udara dan darat pada 13 Juli ditemukan sebanyak 14 titik karhutla di 8 Kabupaten dan Kota di Sumsel," ujarnya, Selasa (14/8/2026).
2. Pagar Alam dan Empat Lawang masih berstatus zona hijau

Sudirman menjelaskan, wilayah terbanyak kejadian karhutla berada di PALI dengan 57 kejadian. Disusul Muba 49 kejadian, Ogan Olir 42 kejadian, Banyuasin 37 kejadian, dan Muara Enim 33 kejadian.
Selain wilayah zona merah, BPBD juga memetakan status dengan kategori zona oranye dengan 15-30 kejadian. Wilayah yang masuk zona ini adalah OKU 19 kejadian, Palembang 18 kejadian, OKI dan Muratara masing-masing 17 kejadian.
Sementara zona kuning dengan 1-15 kejadian berada di wilayah Mura 8 kejadian, Prabumulih 8 kejadian, OKU Timur 7 kejadian, Lahat 5 kejadian, Lubuklinggau 2 kejadian, dan OKU Selatan 1 kejadian. Sedangkan Pagar Alam dan Empat Lawang belum ada laporan kejadian karena masih zona hijau.
3. Meningkatnya jumlah hotspot dipengaruhi kondisi cuaca yang semakin kering

Menurut Sudirman, meningkatnya jumlah hotspot dipengaruhi kondisi cuaca yang semakin kering akibat berkurangnya intensitas hujan di sebagian besar wilayah Sumsel. Karena itu BPBD terus melakukan patroli darat dan pemantauan udara agar setiap potensi kebakaran bisa ditangani sedini mungkin.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan indikasi kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin," tegasnya.



















