Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

RSUD Martapura Angkat Bicara Terkait Kasus Dugaan Pelecehan Pasien

RSUD Martapura Angkat Bicara Terkait Kasus Dugaan Pelecehan Pasien
ilustrasi Pelecehan Seksual (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih

  • RSUD Martapura menjelaskan dugaan pelecehan terjadi saat pasien masih di bawah pengaruh obat bius, dan penjelasan dokter telah disampaikan kepada keluarga korban.
  • Penyidik Polres OKU Timur telah mendatangi RSUD Martapura untuk meminta keterangan sejumlah pihak, termasuk Kepala Seksi Keperawatan, guna memvalidasi seluruh informasi kasus.
  • Kasus bermula dari unggahan viral di Instagram berisi pengakuan pasien yang mengaku dilecehkan tenaga medis saat dirawat, memicu reaksi keras dari warganet.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

OKU Timur, IDN Times - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Martapura angkat bicara dugaan pelecehan seksual yang menimpa pasien yang tengah menjalani perawatan di RS. Pasalnya, korban diduga masih dalam pengaruh obat bius sehingga memberikan informasi seolah telah dilecehkan tenaga medis.

"Berdasarkan penjelasan dari dokter kami, Hasiolan, kondisi yang dialami pasien diduga dipengaruhi oleh efek obat-obatan yang diberikan selama perawatan," ungkap 
Humas RSUD Martapura, Immala Dewi, Selasa (14/7/2026).

Namun kasus ini tetap diproses secara hukum setelah pihak keluarga mengambil langkah hukum dengan melapor ke kepolisian.

1. Penjelasan dokter disampaikan pihak RS ke keluarga

Ilustrasi pelecehan seksual. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi pelecehan seksual. (IDN Times/Aditya Pratama)

Pihak RSUD Martapura menjelaskan, saat peristiwa diduga terjadi, korban masih menjalani perawatan dalam kondisi tidak sadar akibat pengaruh obat bius. Setelah kondisinya membaik dan sadar, korban kemudian menyampaikan pengakuan yang menjadi dasar munculnya dugaan pelecehan tersebut.

"Penjelasan dari dokter itu juga telah disampaikan kepada pihak keluarga," jelasnya.

2. Polisi lakukan klarifikasi ke RSUD

-
Ilustrasi pelecehan seksual. (IDN Times/Sukma Shakti)

Immala mengungkapkan, dari kasus ini penyidik Polres OKU Timur telah mendatangi RSUD Martapura untuk meminta keterangan dari sejumlah pihak. Salah satu yang dimintai klarifikasi ialah Kepala Seksi Keperawatan sebagai bagian dari proses penyelidikan.

"Polisi sudah datang melakukan klarifikasi. Saat ini masih dilakukan validasi terhadap seluruh informasi yang ada," katanya.

3. Dugaan kasus pelecehan di rumah sakit

Ilustrasi pelecehan seksual (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi pelecehan seksual (IDN Times/Aditya Pratama)

Diberitakan sebelumnya, akun Instagram @khoiroh_ummah1 mengunggah pengakuan pasien yang viral. Dalam video yang beredar, korban menceritakan pengalaman yang diduga dialaminya saat menjalani perawatan di rumah sakit. Korban mengaku mendapat tindakan tidak senonoh dari seseorang yang diduga merupakan oknum tenaga kesehatan.

Korban mengaku tubuhnya diraba, pakaiannya dibuka, hingga tangannya dipaksa menyentuh alat kelamin pelaku. "Diremes-remes, lalu baju dibuka. Terus tangan aku ditarik dan dia buka celana. Tangan aku ditarik, lalu tangan aku diusapkan ke kelamin dia," ungkap korban.

Unggahan tersebut memicu kemarahan warganet. Banyak netizen mengecam dugaan tindakan pelaku yang dinilai memanfaatkan kondisi korban yang sedang sakit dan tidak berdaya saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Dalam pengakuannya, korban mengaku tidak dapat mengingat secara pasti identitas orang yang diduga melakukan pelecehan. Saat kejadian, korban berada dalam kondisi lemah sehingga tidak dapat melihat wajah pelaku maupun memberikan perlawanan.

"Aku enggak bisa melawan, aku enggak lihat mukanya, cuma dengar suaranya. Aku juga enggak ingat suaranya. Kalau lihat CCTV pasti bisa," ujar korban dalam rekaman video yang beredar di media sosial.

Share Article
Editorial Team

Latest News Sumatera Selatan

See More