Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Fakta Jalintim Sumsel: Jalan Bergelombang Penyebab Kecelakaan Maut

6 Fakta Jalintim Sumsel: Jalan Bergelombang Penyebab Kecelakaan Maut
Potret kondisi jalan berlubang di Jalintim Sumatra Ruas Palembang-Betung yang telah mengalami kerusakan satu tahun terakhir (IDN Times/Rangga Erfizal)
Intinya Sih
  • Jalintim Palembang–Banyuasin jadi jalur utama logistik Sumsel dengan lalu lintas padat truk dan bus, menyebabkan kerusakan cepat akibat beban kendaraan berat.
  • Kondisi jalan bergelombang dan amblas di beberapa titik memicu kecelakaan fatal, termasuk korban jiwa, serta membuat warga resah dan protes lewat spanduk sindiran.
  • Pemerintah daerah Banyuasin meminta bantuan pusat untuk percepatan perbaikan karena kerusakan jalan mengganggu ekonomi dan keselamatan, sementara klaim jalan bebas lubang dipertanyakan warga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Jalan Lintas Timur (Jalintim) ruas Palembang-Banyuasin, Sumatra Selatan (Sumsel) kembali menjadi sorotan setelah kerusakan di sejumlah titik memicu kecelakaan dan dikeluhkan warga. Ruas jalan nasional yang menjadi urat nadi transportasi Sumsel itu kini dipenuhi aspal bergelombang, jalan amblas, hingga lubang yang membahayakan pengendara yang setiap hari melintas.

Warga yang frustrasi dengan kondisi jalan rusak memberikan sindiran kepada pemerintah lewat banner bertuliskan “Selamat Datang di Kawasan Wisata Jalan Bergelombang”.

Spanduk itu dipasang sebagai bentuk protes sekaligus harapan agar kerusakan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Banyuasin segera diperbaiki. Berikut lima fakta terkait kondisi Jalintim Palembang-Banyuasin berdasarkan pantauan langsung IDN Times.

1. Jalur utama kendaraan logistik Sumsel

Potret kondisi jalan berlubang di Jalintim Sumatra Ruas Palembang-Betung yang telah mengalami kerusakan satu tahun terakhir
Potret kondisi jalan berlubang di Jalintim Sumatra Ruas Palembang-Betung yang telah mengalami kerusakan satu tahun terakhir (IDN Times/Rangga Erfizal)

Jalintim Palembang-Banyuasin menjadi salah satu jalur terpadat di Sumsel karena dilalui kendaraan logistik dalam jumlah besar setiap hari. Truk angkutan sawit hingga bus antarkota antarprovinsi (AKAP) melintas hampir tanpa henti 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

Tonase besar beban kendaraan disebut menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan yang lebih cepat terjadi di jalur tersebut.

2. Banyak titik jalan bergelombang dan amblas

Potret kondisi jalan berlubang di Jalintim Sumatra Ruas Palembang-Betung yang telah mengalami kerusakan satu tahun terakhir
Potret kondisi jalan berlubang di Jalintim Sumatra Ruas Palembang-Betung yang telah mengalami kerusakan satu tahun terakhir (IDN Times/Rangga Erfizal)

Kerusakan paling parah berada di kawasan perbatasan Banyuasin–Palembang hingga ruas Betung. Kondisi aspal bergelombang membuat kendaraan, khususnya sepeda motor, mudah kehilangan keseimbangan saat melintas.

Warga bahkan menyebut mereka harus “bertaruh nyawa” setiap kali melewati jalur tersebut, terutama pada malam hari atau saat hujan turun.

3. Sering memicu kecelakaan maut

Potret kondisi jalan berlubang di Jalintim Sumatra Ruas Palembang-Betung yang telah mengalami kerusakan satu tahun terakhir
Potret kondisi jalan berlubang di Jalintim Sumatra Ruas Palembang-Betung yang telah mengalami kerusakan satu tahun terakhir (IDN Times/Rangga Erfizal)

Kondisi jalan bergelombang di Jalintim Betung tidak hanya menyebabkan kemacetan, tetapi juga memakan korban jiwa. Seorang pengendara motor dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh akibat permukaan jalan tidak rata lalu terlindas truk yang berada di belakangnya, Jumat, 15 Mei 2026 lalu.

Peristiwa itu kembali memicu desakan agar pemerintah segera melakukan perbaikan permanen yang lebih tahan lama.

4. Klaim jalan bebas lubang dipertanyakan warga

IMG-20260518-WA0057.jpg
Potret kondisi jalan berlubang di Jalintim Sumatra Ruas Palembang-Betung yang telah mengalami kerusakan satu tahun terakhir (IDN Times/Rangga Erfizal)

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumsel sebelumnya mengklaim jalur arus mudik Lebaran 2026 dalam kondisi bebas lubang. Namun, warga dan pengendara masih mengeluhkan kondisi jalan yang bergelombang dan membahayakan.

Mereka menilai kerusakan tidak hanya berupa lubang, tetapi juga permukaan aspal yang naik turun sehingga tetap berisiko menyebabkan kecelakaan.

5. Pemkab Banyuasin minta bantuan pusat

Potret kondisi jalan berlubang di Jalintim Sumatra Ruas Palembang-Betung yang telah mengalami kerusakan satu tahun terakhir
Potret kondisi jalan berlubang di Jalintim Sumatra Ruas Palembang-Betung yang telah mengalami kerusakan satu tahun terakhir (IDN Times/Rangga Erfizal)

Kerusakan Jalintim membuat Pemerintah Kabupaten Banyuasin turun tangan dengan menemui Kementerian PUPR. Pemkab meminta percepatan penanganan jalan nasional tersebut karena dinilai sudah mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat dan keselamatan pengguna jalan.

Pemerintah daerah juga berharap ada solusi jangka panjang agar kerusakan tidak terus berulang setiap tahun.

6. Ini penyebab kerusakan jalan

Banner sarkas mengenai kondisi jalan bergelombang di Banyuasin
Banner sarkas mengenai kondisi jalan bergelombang di Banyuasin (IDN TImes/Rangga Erfizal)

Pada 2025 lalu, Gubernur Sumsel Herman Deru pernah meninjau kondisi Jalintim Palembang-Betung dan menganggap jalan nasional tersebut berpotensi membahayakan pengendara. Deru menyebut, pengendara bisa terjatuh jika sedikit saja lengah saat melintasi jalan bergelombang tersebut.

Kerusakan jalan disebabkan oleh tingginya tonase kendaraan yang melintas setiap hari. Menurutnya, kendaraan bertonase besar membuat permukaan aspal cepat bergelombang dan rusak meski perbaikan rutin terus dilakukan pemerintah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More