Cek Kesehatan Jemaah Haji Padang Jelang Azmuna, Petugas Jemput Bola

- Tim dokter KKHI Makkah melakukan visitasi langsung ke hotel jemaah Embarkasi Padang untuk memantau kesehatan dan memastikan kebutuhan obat terpenuhi jelang puncak ibadah haji Armuzna.
- Pelayanan jemput bola dilakukan karena cuaca ekstrem di Makkah, disertai edukasi tentang pengaturan aktivitas, konsumsi cairan, serta penggunaan obat agar jemaah terhindar dari dehidrasi dan kelelahan.
- Kemenag Sumbar mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga stamina, memperbanyak istirahat, dan memprioritaskan ibadah wajib agar siap menghadapi rangkaian puncak haji dengan kondisi fisik optimal.
Padang, IDN Times - Menjelang puncak ibadah haji Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), pengawasan kesehatan terhadap jemaah haji risiko tinggi (risti) Embarkasi Padang di Kota Makkah semakin diperketat.
Tim dokter spesialis dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah turun langsung ke hotel untuk memastikan kondisi kesehatan para jemaah. Kunjungan kesehatan dilakukan langsung di hotel tempat jemaah menginap.
Tim dokter mendatangi kamar-kamar jemaah untuk melakukan pemeriksaan, pemantauan kesehatan, hingga memastikan kebutuhan obat-obatan jemaah terpenuhi selama menjalani ibadah di Tanah Suci.
1. Butuh pemantauan rutin

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan jemput bola terhadap jemaah lansia dan berisiko tinggi yang membutuhkan pengawasan lebih intensif menjelang fase terpadat dalam pelaksanaan ibadah haji.
Dokter spesialis yang terlibat dalam visitasi tersebut di antaranya dr. Risma, Sp.KJ, dr. Agus Sulistiawati, Sp.N, dr. Ika, Sp.KJ bersama tim kesehatan KKHI Makkah. Kegiatan itu juga dipantau langsung oleh Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah sekaligus Kepala KKHI Makkah, dr. Edi Supriyatna, MKK.
Petugas Kesehatan Haji Kloter PDG 12, dr. Maulidya Rahmi mengatakan, sebagian jemaah yang masuk kategori risiko tinggi memiliki penyakit penyerta dan keterbatasan aktivitas sehingga membutuhkan pemantauan rutin selama berada di Makkah.
“Pelayanan dilakukan langsung melalui visitasi ke hotel tempat jemaah menginap agar pemantauan kesehatan berjalan maksimal,” katanya.
2. Tim kesehatan harus jemput bola

Menurut Rahmi, pola pelayanan langsung ke hotel menjadi langkah penting karena kondisi cuaca di Makkah cukup ekstrem dengan suhu yang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Jika tidak dijaga, kondisi tersebut berisiko memicu kelelahan hingga dehidrasi pada jemaah.
Selain pemeriksaan kesehatan, tim medis juga memberikan edukasi kepada jemaah dan pendamping terkait pengaturan aktivitas, konsumsi cairan, pola istirahat, hingga penggunaan obat rutin selama menjalani ibadah di Tanah Suci.
“Jemaah diimbau mulai menghemat tenaga jelang Armuzna. Jangan memaksakan diri melakukan aktivitas fisik berlebihan sebelum puncak haji,” ujarnya.
3. Jemaah harus prioritaskan ibadah wajib

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, mengatakan seluruh jemaah Embarkasi Padang asal Sumatera Barat dan Bengkulu saat ini sudah berada di Kota Makkah. Sebelas kloter yang sebelumnya mendarat di Madinah juga telah bergeser ke Makkah secara bertahap sejak awal Mei lalu.
Ia mengingatkan jemaah untuk memprioritaskan ibadah wajib dan menjaga kondisi tubuh selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, kesiapan fisik menjadi faktor penting agar jemaah mampu menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik.
“Puncak haji membutuhkan tenaga dan kondisi fisik yang kuat. Karena itu, jemaah diminta menjaga stamina, memperbanyak istirahat, dan tidak memaksakan diri,” katanya.


















