Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
12 Tahun Padamkan Karhutla, Cerita Dimas Tahan Rindu Jauh dari Keluarga
Regu pemadam kebakaran (RPK) PT Bumi Andalas Permai saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya. (Dok.APP)
  • Dimas Pradinata telah 12 tahun menangani karhutla, mengatur personel di medan sulit demi memastikan api padam total dan seluruh tim pulang dengan selamat.

  • Tugas lapangan membuat Dimas dan Qodri Alfin Syahri terpisah dari keluarga berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, bahkan komunikasi bisa terputus akibat kendala jaringan.

  • Istri, anak, dan orang tua para petugas menghadapi rindu serta kekhawatiran, sambil terus mendoakan keselamatan mereka hingga dapat pulang berkumpul bersama keluarga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan menjalankan tugas pemadaman sambil menghadapi perpisahan berminggu-minggu hingga berbulan-bulan dengan keluarga serta kendala komunikasi dari lokasi kerja.
  • Who?
    Dimas Pradinata, Forest Management PT Bumi Andalas Permai; Qodri Alfin Syahri, anggota RPK PT SBA Wood Industries; serta keluarga mereka, termasuk Tamara Septriani dan M. Syahri.
  • Where?
    Dimas bertugas di Distrik Bagan Rame PT Bumi Andalas Permai, sedangkan Qodri bertugas di Distrik Kuala Lumpur PT SBA Wood Industries. Kisah keluarga Dimas disampaikan dari Palembang.
  • When?
    Dimas telah menangani karhutla selama 12 tahun, sementara Qodri menjalankan tugas pemadaman selama dua tahun. Komunikasi Qodri pernah terputus lebih dari satu bulan akibat kendala jaringan seluler.
  • Why?
    Mereka bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan, mengendalikan api, mengatur personel, serta menjaga keselamatan tim. Penugasan lapangan membuat mereka harus meninggalkan keluarga dalam waktu lama.
  • How?
    Petugas bekerja sesuai prosedur operasional, mengatur tim pemadam, menghadapi asap pekat dan perubahan arah angin, serta mengutamakan keselamatan hingga api padam total dan seluruh anggota tim pulang selamat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dimas sudah 12 tahun memadamkan kebakaran hutan. Ia sering jauh dari istri dan anaknya selama berminggu-minggu. Qodri juga memadamkan api dan pernah tidak bisa memberi kabar lebih dari sebulan. Keluarga mereka rindu dan khawatir. Mereka terus berdoa agar Dimas dan Qodri selamat, lalu bisa pulang memeluk keluarga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times- Selama 12 tahun bekerja menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Dimas Pradinata terbiasa menghadapi medan sulit dan mengatur personel agar api dapat dipadamkan. Namun, ada tantangan lain yang harus ia hadapi, yakni meninggalkan istri dan anak dalam waktu berminggu-minggu.

Dimas (32) bekerja sebagai Forest Management (FM) Distrik Bagan Rame di PT Bumi Andalas Permai. Ketika bertugas di lapangan, ia harus siap jauh dari rumah, termasuk melewatkan momen penting bersama keluarga. Bagi istrinya, Tamara Septriani, salah satu hal tersulit adalah menjawab pertanyaan anak mereka tentang kapan ayahnya pulang dan bisa kembali menghabiskan waktu bersama.

"Yang paling berat adalah ketika anak bertanya kapan papa bisa pulang, kapan bisa jalan-jalan bersama papa. Biasanya ada suami yang membantu dan menjadi tempat bercerita, tetapi ketika beliau bertugas, saya harus mengurus semuanya sendiri, termasuk menjaga dan mendampingi anak," tutur Tamara.

Salah satu momen yang membekas adalah ketika keluarga tidak bisa merayakan ulang tahun bersama karena Dimas masih bertugas.

"Di hari ulang tahun, di saat semua orang ingin merayakan, di sisi lain kami harus berjauhan," ungkapnya.

Tamara berusaha menjelaskan kepada anak bahwa ayahnya sedang membantu memadamkan kebakaran. Ia juga mengajak anak berdoa agar Dimas selalu sehat dan selamat. Namun, ketika komunikasi terputus, anak mereka terkadang kesulitan memahami mengapa ayahnya tidak bisa dihubungi.

1. Dua belas tahun menghadapi tantangan di lapangan

Regu pemadam kebakaran (RPK) PT Bumi Andalas Permai saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya. (Dok.APP)

Selama menjalankan tugas, keberhasilan pemadaman bukan hanya soal mengendalikan api, tetapi juga memastikan seluruh tim dapat bekerja dengan baik.

"Pengalaman paling berat adalah setiap pemadaman harus mengatur personel dan masing-masing tim agar tujuan yang ingin kita dapatkan, yaitu api padam total, berjalan dengan lancar," kata Dimas.

Keluarga menjadi salah satu sumber semangatnya untuk bertahan menjalani pekerjaan tersebut. Dimas bersyukur Tamara memahami tuntutan pekerjaannya, termasuk ketika ia sulit dihubungi karena berada di lokasi pemadaman. Bagi Dimas, salah satu momen paling membahagiakan adalah ketika api berhasil dipadamkan dan seluruh anggota tim dapat pulang dengan selamat.

"Saat api padam total, tim semua selamat dan sehat, peralatan pemadam lengkap, dan seluruh tim bisa pulang bersama-sama," ujarnya.

Setelah bertugas, ia hanya ingin segera bertemu istri dan anaknya, memeluk mereka, serta menikmati masakan sang istri bersama keluarga.

"Yang paling saya rindukan adalah pelukan anak saya, kumpul bersama keluarga kecil saya. Pertama kali saya pulang, akan peluk anak istri dan makan masakan istri bersama keluarga," katanya.

2. Sebulan lebih tanpa kabar dari anak

Dimas Pradinata, Forest Management (FM) Distrik Bagan Rame di PT Bumi Andalas Permai bersama keluarga yang dirindukannya saat bertugas. (Dok.APP)

Tantangan berjauhan dari keluarga juga dialami Qodri Alfin Syahri (27), anggota Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT SBA Wood Industries, Distrik Kuala Lumpur. Selama dua tahun bekerja sebagai petugas pemadam karhutla, ia menghadapi risiko asap pekat dan perubahan arah angin yang sulit diperkirakan. Qodri berusaha menjalankan tugas sesuai prosedur operasional dan mengutamakan keselamatan, meski harus meninggalkan keluarga dalam waktu lama.

"Yang pasti berat, tetapi namanya menjalankan tugas, kita tetap harus meninggalkan keluarga demi menjaga langit tetap biru dan udara tetap segar," tuturnya.

Di rumah, ayahnya, M. Syahri (53), memahami risiko pekerjaan tersebut. Ia bangga dengan tanggung jawab yang dijalankan putranya, tetapi tetap khawatir setiap kali Qodri berangkat bertugas. Kekhawatiran itu pernah dirasakannya ketika komunikasi dengan Qodri terputus selama lebih dari satu bulan akibat kendala jaringan seluler.

"Pernah, ketika anak saya terkendala jaringan seluler selama satu bulan lebih. Di situ saya merasa khawatir dan selalu berdoa semoga selalu dalam lindungan Allah SWT," ungkap Syahri.

Bagi Qodri, salah satu hal yang paling dirindukan selama bertugas adalah bertemu orang tuanya.

"Rindu ketika melihat orang tua, mencium kedua tangan kedua orang tua," katanya.

Syahri pun selalu merasa senang sekaligus terharu ketika putranya pulang. Ia berpesan agar Qodri tetap menjaga diri, tidak melupakan salat, dan berdoa selama menjalankan tugas.

3. Keluarga menunggu kepulangan dengan selamat

Dimas Pradinata, Forest Management (FM) Distrik Bagan Rame di PT Bumi Andalas Permai. (Dok.APP)

Penanganan karhutla dapat membuat petugas berada jauh dari rumah selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Bagi keluarga, kondisi tersebut berarti harus melewatkan waktu bersama dan menghadapi ketidakpastian komunikasi. Tamara mengapresiasi perjuangan Dimas yang telah bertahan selama 12 tahun menjalani pekerjaannya. Ia berharap suaminya tetap menjaga kesehatan dan keselamatan selama bertugas.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang banyak kepada suami karena sudah mampu bertahan sampai sejauh ini. Kami mungkin tidak mendampingi dan melihat dirimu saat bekerja, tapi percayalah doa kami selalu menyertaimu," ujarnya.

Bagi Dimas, pulang berarti kembali memeluk istri dan anaknya. Sementara bagi Qodri, kepulangan berarti bertemu orang tua yang selama ini mendoakan keselamatannya. Di balik tugas memadamkan karhutla, ada keluarga yang harus bersabar menunggu. Mereka mungkin tidak berada di lokasi pemadaman, tetapi doa dan harapan mereka selalu menyertai para petugas hingga pekerjaan selesai dan mereka kembali ke rumah dengan selamat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article