Palembang, IDN Times- Selama 12 tahun bekerja menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Dimas Pradinata terbiasa menghadapi medan sulit dan mengatur personel agar api dapat dipadamkan. Namun, ada tantangan lain yang harus ia hadapi, yakni meninggalkan istri dan anak dalam waktu berminggu-minggu.
Dimas (32) bekerja sebagai Forest Management (FM) Distrik Bagan Rame di PT Bumi Andalas Permai. Ketika bertugas di lapangan, ia harus siap jauh dari rumah, termasuk melewatkan momen penting bersama keluarga. Bagi istrinya, Tamara Septriani, salah satu hal tersulit adalah menjawab pertanyaan anak mereka tentang kapan ayahnya pulang dan bisa kembali menghabiskan waktu bersama.
"Yang paling berat adalah ketika anak bertanya kapan papa bisa pulang, kapan bisa jalan-jalan bersama papa. Biasanya ada suami yang membantu dan menjadi tempat bercerita, tetapi ketika beliau bertugas, saya harus mengurus semuanya sendiri, termasuk menjaga dan mendampingi anak," tutur Tamara.
Salah satu momen yang membekas adalah ketika keluarga tidak bisa merayakan ulang tahun bersama karena Dimas masih bertugas.
"Di hari ulang tahun, di saat semua orang ingin merayakan, di sisi lain kami harus berjauhan," ungkapnya.
Tamara berusaha menjelaskan kepada anak bahwa ayahnya sedang membantu memadamkan kebakaran. Ia juga mengajak anak berdoa agar Dimas selalu sehat dan selamat. Namun, ketika komunikasi terputus, anak mereka terkadang kesulitan memahami mengapa ayahnya tidak bisa dihubungi.
