- Talang Ubi (PALI): 210
- Lahat: 159
- Muara Beliti: 152
- Sungai Gerong: 144
- Prabumulih: 116
- Indralaya: 114
- Sekayu: 110
- Palembang: 107
- Kayuagung: 105
- Muara Enim: 103
Kualitas Udara di Sumsel Terburuk se-Indonesia Hari Ini

Sumatra Selatan mencatat indeks kualitas udara terburuk nasional, 181, pada Kamis, 6 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB; kategori ini tidak sehat.
Sepuluh wilayah Sumsel terdampak polusi, dengan Talang Ubi tertinggi di angka 210, disusul Lahat 159 dan Muara Beliti 152.
Warga Palembang dan Sekayu mengeluhkan abu, sesak napas, serta asap pekat akibat karhutla; sebagian membatasi aktivitas luar rumah dan memakai masker.
Palembang, IDN Times – Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup pada Kamis (6/8/2026) pukul 08.00 WIB menunjukkan kualitas udara di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) menjadi terburuk di Indonesia, dengan indeks kualitas udara sebesar 181.
Data tersebut diperoleh dari 10 kabupaten/kota di Sumsel yang paling terdampak langsung oleh polusi. Rentang kondisi Indeks Kualitas Udara (AQI+) dan polusi udara PM2.5 di Sumsel menunjukkan kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif hingga kategori sangat tidak sehat.
1. Perhitungan ISPU berdasarkan hasil pengukuran tujuh parameter pencemar udara

Diketahui, ISPU merupakan angka tanpa satuan yang digunakan untuk menggambarkan kondisi mutu udara ambien di lokasi tertentu dan didasarkan pada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika, dan makhluk hidup lainnya.
Perhitungan ISPU berdasarkan hasil pengukuran tujuh parameter pencemar udara, yakni PM10, PM2.5, NO2, SO2, CO, O3, dan HC. Pengukuran parameter pencemar udara tersebar di 72 stasiun di berbagai daerah.
Berdasarkan Permen LHK No. 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara, ISPU pada rentang 0-50 memiliki kualitas udara baik, rentang 51-100 berarti kualitas udara sedang, dan rentang 101-200 berarti kualitas udara tidak sehat yang bersifat merugikan manusia, hewan, dan tumbuhan.
Berikutnya, kualitas udara sangat tidak sehat pada rentang 201-300 dapat meningkatkan risiko kesehatan pada kelompok sensitif. Sementara kualitas udara berbahaya pada rentang lebih dari 300 dapat merugikan kesehatan secara serius dan perlu penanganan cepat.
2. Ada 10 wilayah di Sumsel paling berpolusi langsung

Berikut daftar 10 kota dan kabupaten paling berpolusi langsung pada Kamis (6/8/2026) pukul 10.09 WIB.
Masyarakat yang berada di wilayah tersebut mulai mengeluhkan kondisi udara yang menyesakkan pernapasan. Seperti yang diungkapkan Novi, warga perumahan OPI Jakabaring Palembang. Rumahnya yang berada di dekat perbatasan Ogan Ilir dan OKI ini paling terdampak langsung akibat karhutla.
"Banyak abu bekas pembakaran terbang. Setiap bernapas rasanya sesak, serasa ada asap. Saat ini cukup berdiam diri di rumah, apalagi saya ada bayi," ujarnya.
Hal serupa diungkapkan Yani, warga Balai Agung Sekayu, Musi Banyuasin. Setiap sore, bau asap begitu pekat dan menyengat, sampai mengganggu aktivitas di luar ruangan.
"Kami khawatir anak-anak terkena ISPA. Sekarang pergi sekolah dan les selalu pakai masker sebagai antisipasi," ungkapnya.
3. Sumsel tempati indeks kualitas udara terburuk di Indonesia

Berikut daftar 10 provinsi dengan indeks kualitas udara terburuk di Indonesia pada Kamis (6/8/2026) pukul 08.00 WIB, berdasarkan databoks yang diolah dari Direktorat Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
- Sumatra Selatan: 181
- Kalimantan Tengah: 170
- Banten: 115
- Sumatra Utara: 113
- DKI Jakarta: 109
- Riau: 87
- Sumatra Barat: 86
- Kalimantan Barat: 85
- Jambi: 83
- Lampung: 80


















