Tipe Pedagang Ini Diutamakan Terima Minyak Goreng Murah di Ogan Ilir

Ogan Ilir, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (Pemkab OI) menerima 4 ton atau 4.000 liter minyak goreng dari Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Pemprov Sumsel). Minyak goreng untuk masyarakat luas itu dikirim untuk mengantisipasi kelangkaan dan pembagian yang tidak merata.
Sebelum menjualnya langsung ke masyarakat, Pemkab akan menjual minyak goreng tersebut ke pedagang dengan kriteria tertentu. Seperti penjual gorengan atau pedagang kecil di wilayah OI.
"Sesuai Instruksi Bupati, kita akan sebar kupon terlebih dahulu kepada para pedagang kecil tersebut," ungkap Sekrataris Disperindagkop dan UKM Pemkab OI, Suprayogi, Rabu (2/3/2022).
1. Pedagang gorengan paling terdampak kelangkaan minyak

Menurut Yogi, pihaknya memprioritaskan pedagang kecil karena mereka paling terdampak kelangkaan minyak goreng beberapa pekan terakhir. Beberapa dari mereka bahkan membeli minyak goreng yang lebih mahal.
"Setelah pedagang kecil, sisanya baru kita bagikan kepada warga yang datang di Operasi Pasar nanti," jelas dia.
2. Minyak goreng dibatasi dua liter per orang

Pemkab OI juga akan menggelar pasar murah di tiga titik seperti di Kecamatan Indralaya, Tanjung Batu, dan Tanjung Raja. Minyak goreng itu akan dijual Rp14.000 per liter. Setiap orang hanya diizinkan membeli maksimal dua liter.
"Untuk lokasinya tidak mesti di pasar, mungkin nanti di kantor kecamatan," jelas dia.
3. Sebanyak 500 kupon disebar ke tiga titik pasar murah

Sebelumnya Pemkab OI telah mengajukan bantuan minyak goreng ke Pemprov Sumsel sebagai antisipasi kelangkaan. Rencananya, bantuan 4 ton tersebut akan tiba di OI sore ini. Untuk mengantisipasi kecurangan, Pemkab OI akan membagikan 500 lembar kupon untuk tiga kecamatan tersebut.
"Ada 500 kupon yang akan dibagikan ke pedagang kecil dan masyarakat," tutup dia.



















