Marak Peredaran Narkotika, Cagub Sumsel Pilih Perbanyak Rumah Tahfidz

Palembang, IDN Times - Sumsel menjadi wilayah dengam perlintasan penghubung antara utara dan selatan pulau Sumatra. Lokasinya yang strategis menjadi tempat peredaran narkotika.
Berdasarkan data BNN RI, Sumsel berada pada peringkat kedua penyalahgunaan narkotika terbesar secara nasional di Indonesia. Untuk mengantisipasi hal tersebut calon Gubernur Sumsel Herman Deru berpendapat pembenahan akhlak dapat mencegah generasi muda terlibat dalam penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
"Kenapa selama lima tahun terakhir rumah tahfidz dibangun secara masif satu desa satu rumah tahfidz, karena kita tahu peredaran narkoba salah satu bentengnya adalah akhlak yang baik," ujar Herman Deru dalam kegiatan Debat digelar KPU Sumsel, Senin (28/10/2024) malam.
Deru mengklaim saat ini rumah tahfidz yang berada di Sumsel lebih banyak dibanding desa yang ada di Bumi Sriwijaya. Dirinya mengatakan, pembangunan itu jangan diartikan sebagai pembangunan secara harfiah hanya bangunan dan seremonial belaka.
"Narkoba adaah ancaman dunia. Perlu upaya antisipasi bersama, tidak cukup pemerintah, tokoh agama, dan juga orang tua. Kita di Sumsel sudah memulai langkah pencegahan ini dengan membentengi anak dengan akhlak dan agama yang baik," jelas dia.
Disisi lain, pemerintah harus menjamin pengawasan pintu masuk di Sumsel dapat dilakukan lebih baik. Untuk mewujudkan hal itu, perlu kerja sama dengan aparat penegak hukum.
"Untuk mencegah peredaran narkoba harus diperketat pintu-pintu masuk pelabuhan, sungai hingga perbatasan darat. Ini harus jadi kerja komprehensif. Kita tahu sebagai daerah perlibtasan kita tidak bisa menghindari orang dari Sumatra bagian utara mau ke Jawa pasti lewat Sumsel. Sehingga wilayah ini jadi tempat potensi penyebaran (narkotika)," jelas dia.




















