Eddy Santana Klaim Sumsel Provinsi Kaya tapi Banyak Orang Miskin

Palembang, IDN Times - Calon Gubernur Sumsel, Eddy Santana Putra menilai saat ini Sumsel semakin ditinggal oleh provinsi di kawasan Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) lantaran menjadi daerah miskin. Eddy mencatat, saat ini Sumsel berada diperingkat kedua termiskin di Sumbagsel diikuti oleh Indeks Pembangunan Manusia yang rendah di kawasan yang sama.
"Selain tingkat IPM, kemiskinan, pengangguran di Sumsel juga tertinggi. Padahal Sumsel kaya, tapi masyarakatnya miskin," ungkap Eddy Santana dalam Debat Pilkada Sumsel, Senin (28/10/2024).
Eddy menilai, lima tahun terakhir tak ada pembangunan monumental yang terjadi di Sumsel. Hal ini selaras dengan tingkat kemiskinan yang semakin tajam dari waktu ke waktu.
"Sumsel kaya tapi miskin dengan angka kemiskinan mencapai 11,8 persen. Kalau dikonversikan ada 1.046 juta masyarakat miskin di Sumsel," jelas dia.
Eddy menilai, kemiskinan yang terjadi di Sumsel terjadi akibat gagalnya pemerintah mengelola kekayaan Sumsel. Padahal wilayah ini dianggap sebagai lumbung pangan dan energi di kawasan Sumbagsel.
"Disusul tingkat literasi membaca berada di peringkat 30 dari 34 provinsi," ungkap dia.
Pada sisi pendidikan, Eddy menilai Pemprov Sumsel selama lima tahun terakhir tak bisa menjamin pendidikan yang merata. Pungutan liar di sekolah terjadi secara masif dan dibiarkan begitu saja terjadi.
"Bagaimana pendidikan lima tahun terakhir ini banyak pungli. Mau daftar, mau pindah harus bayar," jelas dia.




















