Yusri mencatat, rincian vaksin terbanyak berada di wilayah Palembang dengan total 339.420 orang atau 26.04 persen dari total target 1,3 juta dosis. Lalu untuk OKU baru 46.564 orang atau 17,22 persen dari target 270.457 orang.
OKI baru 53.776 orang atau 9.16 persen dari target vaksinasi 587.072 persen, Muara Enim 67.739 persen atau 14.42 persen dari target 472.679 yang harus divaksin. Selanjutnya ada Lahat dengan 47.655 orang divaksi atau 14.61 persen dari target 326.246 orang divaksin.
Musi Rawas dari target 296.879 yang sudah divaksin 38.346 atau 12.92 persen, Musi Banyuasin dari target 462.546 yang sudah divaksin 59.506 atau 12.86 persen, Banyuasin dari target 627.959 yang sudah divaksin 62.042 atau 9.88 persen.
Kemudian OKU Selatan dari target 308.889 yang sudah divaksin 30.029 atau 9.72 persen, OKU Timur dari target 490.934 yang sudah divaksin 47.905 atau 9.76 persen, Ogan Ilir dari target 320.630 yang sudah divaksin 37.075 atau 11.56 persen, Empat Lawang dari target 257.094 yang sudah divaksin 22.566 atau 8.78 persen, PALI dari target 145.081 yang sudah divaksin 20.942 atau 14.43 persen, Muratara dari target 140.210 yang sudah divaksin 15.101 atau 10.77 persen, Prabumulih dari target 145.026 yang sudah divaksin 24.138 atau 16.64 persen, Pagaralam dari target 107.392 yang sudah divaksin 17.132 atau 15.95 persen dan Lubuklinggau dari target 174.647 yang sudah divaksin 34.573 atau 19.80 persen.
“Sedangkan untuk total keseluruhan dosis kedua baru sekitar 8.56 persen. Paling banyak untuk tenaga medis mencapai 98,55 persen. Lalu pelayanan publik sudah lebih dari 100 persen dan untuk lansia sudah 13,28 persen. Sedankan remaja baru 0,21 persen,” ujar dia.
Sumsel setidaknya membutuhkan 12,8 juta dosis untuk dua kali penyuntikan. Menurutnya, alokasi vaksin semua merupakan keputusan pemerintah pusat. Sumsel terus memperbanyak vaksinator yang mencapai 3.300 orang, mereka tersebar di 449 fasilitas kesehatan.