Banjir Rob Rendam Puluhan Rumah Warga di Padang

- Puluhan rumah di Kelurahan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat terendam banjir rob karena air laut pasang naik sejak 3 hari belakangan.
- Ketinggian air menyebabkan warga terpaksa mengevakuasi barang-barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.
- Banjir rob terjadi setiap tahun dan pemerintah belum memberikan solusi, sehingga warga merasa khawatir dan terpaksa mengevakuasi anak-anak mereka ke tempat lain.
Padang, IDN Times - Puluhan rumah warga di Keluarahan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang terendam banjir rob pada Kamis (17/10/2024). Banjir rob tersebut terjadi karena air laut yang pasang naik sejak 3 hari belakangan di Kota Padang.
Salah satu warga Berok Nipah, Ari (37) mengatakan bahwa ketinggian air di dalam rumahnya sudah mencapai paha orang dewasa. "Sudah terendam semuanya di rumah. Barang-barang sudah banyak yang terendam," katanya.
1. Warga mengevakuasi barang-barang ke tempat yang lebih tinggi

Ketinggian air yang terus bertambah membuat dia terpaksa mengevakuasi barang-barang elektroniknya ke tempat yang lebih tinggi.
"Untuk barang-barang elektronik dinaikkan ke atas lemari dan kasur agar tidak rusak jika terkena air nanti," katanya.
2. Banjir rob terjadi setiap tahun

Ari mengungkapkan bahwa banjir rob itu selalu terjadi setiap tahun di tempat tinggalnya itu dan masih terus berulang hingga saat ini. "Untuk tahun ini saja sudah bukan yang pertama kali lagi. Tiga bulan yang lalu saja juga terjadi banjir seperti ini," ungkapnya.
Hingga kini, menurut Ari, pemerintah juga masih belum memberikan solusi untuk masalah banjir yang kerap terjadi di tempat tinggalnya itu. "Sampai saat ini belum ada solusi dan juga pihak pemerintah belum ada yang ke sini," katanya.
3. Khawatir ada ular saat rob, Ari mengevakuasi anak ke tempat aman

Ari juga mengaku sudah mengevakuasi anaknya ke rumah saudara. Langkah itu dia ambil karena khawatir ular muncul saat bajir dan masuk ke rumah warga.
"Biasanya di sini banyak ular yang masuk ke rumah warga. Bahkan panjangnya sampai 4 meter," katanya.


















