Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bangga! Pelajar Asal Muba Raih Juara Pencak Silat Dunia di Abu Dhabi

Bangga! Pelajar Asal Muba Raih Juara Pencak Silat Dunia di Abu Dhabi
Zahran Nabil Muchtar, berhasil meraih medali perak dalam ajang 5th Junior World Pencak Silat Championship 2024 Abu Dhabi. (Dok. Istimewa)

Musi Banyuasin, IDN Times - Prestasi membanggakan kembali diukir pelajar dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumsel bernama Zahran Nabil Muchtar. Siswa kelas XI Peminatan 1 SMA Negeri 5 Sekayu ini berhasil meraih medali perak dalam ajang 5th Junior World Pencak Silat Championship 2024 pada 17-22 Desember di Abu Dhabi kemarin.

Kerja keras atlet berbakat binaan PPLDP Pencak Silat Muba ini sukses mengharumkan nama Indonesia usai melewati kelas tanding B PA dan menyingkirkan puluhan peserta lainnya dari berbagai negara.

1. Akui Malaysia lawan terkuat

Zahran Nabil Muchtar menunjukkan medali perak dalam ajang 5th Junior World Pencak Silat Championship 2024 di Abu Dhabi. (Dok. Istimewa)
Zahran Nabil Muchtar menunjukkan medali perak dalam ajang 5th Junior World Pencak Silat Championship 2024 di Abu Dhabi. (Dok. Istimewa)

Remaja yang kerap disapa Zahran ini mengaku, bukan hal yang mudah untuk meraih posisi ini karena dirinya harus bertemu Malaysia di final yang merupakan salah satu lawan terkuat. Sebelumnya ia juga bertemu India di perempatan final dan melawan Uzbekistan di semi final.

"Alhamdulillah sejauh ini saya berproses untuk mendapatkan tujuan (juara). Memang awalnya cukup lelah dan hebatnya pelatih pelatih saya mampu mengantarkan saya untuk mengibarkan bendera merah putih di atas podium," ujarnya saat diwawancarai Senin (23/12/2024).

2. Visa nyaris tak turun, berangkat hanya berdua saja

Para juara ajang 5th Junior World Pencak Silat Championship 2024 pada 17-22 Desember di Abu Dhabi kemarin. (Dok. Istimewa)
Para juara ajang 5th Junior World Pencak Silat Championship 2024 pada 17-22 Desember di Abu Dhabi kemarin. (Dok. Istimewa)

Putra pasangan Ahmad Muchtar dan Priska Lia Anggara ini menceritakan, dirinya sempat diuji sebelum bertanding dan nyaris tidak bisa berangkat ke Abu Dhabi karena visanya tidak turun. Namun keajaiban datang hingga di hari besoknya visanya langsung turun.

"Saya berangkat ke Abu Dhabi berdua tanpa didampingi pelatih, maupun pengurus. Alhamdulillah atas izin Allah saya bisa mendapatkan juara pertama saya di kejuaraan dunia. Harapannya ke depan bisa menjadi motivasi untuk saya lebih semangat lagi," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Zahran mengaku peran sang pelatih kepala dan jajaran pelatih, serta dukungan Ketua IPSI Muba Heri Hermansyah menjadi pemicu semangatnya untuk meraih kemenangan.

"Saya juga berterima kasih kepada guru dan pimpinan sekolah, yang selalu mensupport kegiatan kami baik akademik maupun non akademik. Semoga kemenangan ini menjadi berkah dan bisa membuat kami makin lebih baik lagi ke depannya," tuturnya.

3. Mental atlet didoktrin untuk disiplin dalam segala hal

Zahran Nabil Muchtar bersama Pelatih Kepala, Agung Surbakah. (Dok. Istimewa)
Zahran Nabil Muchtar bersama Pelatih Kepala, Agung Surbakah. (Dok. Istimewa)

Pelatih Kepala, Agung Surbakah mengatakan, sebagai pelatih pihaknya berupaya mendoktrin mental atlet untuk disiplin dalam segala hal dan memandang segala hambatan dan kendala sebagai tantangan yg harus ditaklukan.

"Upaya ini dilakukan agar saat bertanding ketemu siapapun lawan mental kami sudah terbiasa kuat, mengingat secara fisik maupun teknik atlet sudah terpenuhi dengan pelatih-pelatih yang kompeten. Baik dari segi lisensi maupun pengalaman," jelasnya.

Sebagai contoh, dulu atlet baca program latihan atau bakal tahu melakukan jika program berat, dan mereka langsung mengeluh. Tapi sekarang mereka saat melihat program berat atau latihan keras mereka jadi tertantang dan semangat.

"Mereka kami sadarkan bahwasanya selain semua sudah terukur dan mampu mereka lakukan hal seperti itu memang membentuk mental menjadi lebih tangguh," ungkapnya.

4. Terus berusaha memantaskan diri menjadi juara

Salah satu atlet pencak silat berprestasi asal Muba, Zahran Nabil Muchtar. (Dok. Istimewa)
Salah satu atlet pencak silat berprestasi asal Muba, Zahran Nabil Muchtar. (Dok. Istimewa)

Keberhasilan anak didiknya berdiri di barisan juara dunia menunjukkan bahwa kerja keras selama ini berbuah manis. Kendati demikian, pihaknya tak ingin jumawa dan akan terus meningkatkan skill anak didiknya agar bisa terus berkembang.

"Kami berupaya keras memantaskan diri menjadi juara. Dukungan dari luar juga sudah maksimal, termasuk Dispopar Muba yang support dalam pendanaan. Kalaupun di luar itu masih terasa kurang, mereka harus berupaya mandiri agar lebih menghargai pengorbanan," terangnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Gali Lubang, Pekerja di Palembang Temukan Kerangka Dibungkus Kain

07 Apr 2026, 19:27 WIBNews