Ilustrasi fogging untuk mengantisipasi wabah DBD. (IDN Times/Dwi Agustiar)
Melihat tingginya kasus DBD pihaknya mengimbau masyarakat untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tampungan air alami di barang bekas atau wadah yang bisa menampung air hujan di sekeliling tempat untuk dibersihkan.
"Kita mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan DBD dan mencegahnya dengan pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M Plus dan memantau jentik di rumah masing-masing. Dan segera membawa anggota keluarga jika demam lebih dari 2 hari ke fasyankes terdekat untuk penanganan," ungkapnya.
Pihaknya sendiri bakal melakukan Fogging jika pada suatu tempat tersebut telah terdapat kasus DBD.
"Untuk Fogging ini, kami sudah ada SOP dari Kementerian Kesehatan, hanya dilakukan jika ada kasus positif lebih dari 1 dan banyak jentik di sekitar rumah penderita. Kalau dilakukan tidak sesuai SOP, nanti terjadi resistensi nyamuk atau nyamuk yang kebal terhadap insektisida yang kita pakai untuk fogging," tutupnya.