Bulog Serap 1.114 Ton Beras di Sumatra Barat, Pasaman Barat Terbanyak

- Bulog Sumbar terus serap gabah petani Ranah Minang dengan harga tinggi.
- Sudah serap 1.114 ton beras dari target 1.400 ton, fokus di Pasaman Barat, Pasaman, Dharmasraya, Pesisir Selatan.
- Tidak semua wilayah bisa beli gabah Rp6.500/kg, koordinasi dengan pemerintah daerah dan TNI untuk mencapai target.
Padang, IDN Times - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) perwakilan Sumatra Barat terus melakukan serapan beras petani yang melakukan panen di beberapa wilayah di Ranah Minang. Meski harga gabah dan beras lokal di Sumatra Barat dijual dengan harga yang cukup tinggi, Bulog terus menggenjot penyerapan gabah petani di beberapa wilayah.
"Sampai saat ini kami masih terus membeli gabah hasil panen petani yang ada di Sumatra Barat ini. Terakhir kemarin saat panen raya di Pasaman Barat," kata Kepala Bulog Sumbar, Darma Wijaya saat diwawancarai IDN Times, Jumat (11/4/2025).
1. Capaian serapan beras Bulog di Sumbar

Darma mengungkapkan, sejak Januari hingga awal April 2025, pihaknya telah menyerap beras petani sebanyak 1.114 ton di berbagai daerah di Sumatra Barat.
"Kalau dari target 1.400 ton itu capaian kami sudah berada pada angka 77 persen dan akan kami penuhi hingga akhir bulan ini," katanya.
Ia mengungkapkan, masih ada beberapa kemungkinan serapan beras yang bisa diambil di beberapa daerah seperti Pasaman Barat, Pasaman, Dharmasraya atau Pesisir Selatan.
"Kami masih melakukan pemantauan di beberapa titik yang akan melakukan panen. Seperti kemarin itu di Pasaman Barat kami bisa melakukan serapan sekitar 20 ton dan masih akan bertambah hari ini," katanya.
2. Wilayah dengan serapan beras di Sumbar

Darma mengungkapkan, tidak seluruh wilayah di Sumbar bisa dilakukan pembelian dengan harga gabah Rp6.500 per kilogram. Karena banyaknya beras lokal dengan harga pasaran yang lebih mahal di Sumatra Barat.
"Daerah yang bisa kami lakukan pembelian sesuai dengan harga yang ditetapkan itu seperti Pesisir Selatan, Pasaman, Pasaman Barat, dan Dharmasraya," katanya.
Sementara, untuk daerah seperti Solok, Padang, Agam dan lainnya tidak bisa dilakukan pembelian karena kebanyakan petani yang menanam padi premium seperti beras jenis anak daro.
"Untuk yang harga Rp6.500 ini kan jenis beras PSO yang bisa kami serap dan semuanya sudah kami lakukan penjajakan di seluruh daerah," katanya.
3. Koordinasi dengan pemerintah daerah

Darma mengungkapkan, untuk bisa mencapai target yang ditetapkan tersebut, ia menyatakan telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan TNI yang berada di masing-masing daerah.
"Sampai saat ini teman-teman yang lain masih ke lapangan untuk bisa melihat potensi-potensi yang bisa dimaksimalkan untuk serapan beras ini," katanya.
Ia menyatakan, target sebanyak 1.400 yang dibebankan tersebut tercapai hingga akhir April 2025 mendatang dengan melakukan serapan di berbagai daerah.



















