Pemko Padang Panjang Gencar Vaksin Tetes dan Suntik Polio untuk Anak

Padang, IDN Times - Crash Program Bivalent Oral Polio Vaccine (bOPV) dan Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV) menjadi strategi Pemerintah Kota (Pemkot) Padang Panjang, Sumatra Barat (Sumbar), untuk mencegah penyebaran dan penularan virus polio.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kota Padang Panjang, Rahmaisa menyebut, BoPV bakal dilaksanakan pada awal Maret 2023 mendatang, setelah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.
1. Sumbar dikategorikan berisiko tinggi penyebaran Polio

Rahmaisa menjelaskan, hasil risk assessment yang sudah dilakukan oleh pemerintah di tiga provinsi yang berdekatan dengan Aceh, yakni Sumatra Utara (Sumut), Sumbar, dan Riau, dikategorikan sebagai provinsi yang berisiko tinggi penularan virus Polio.
Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) dan Komite Ahli Eradiksi Polio bahkan mengeluarkan rekomendasi berupa kegiatan crash program untuk menutup kesenjangan imunitas, serta upaya penting dalam mempertahankan status Indonesia bebas Polio.
“Kita akan melaksanakan pemberian vaksin bOPV atau polio tetes bagi anak usia 0 hingga 59 bulan, dan satu dosis imunisasi (IPV) atau Polio Suntik bagi anak usia 4 sampai 59 bulan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya,” kata Rahmaisa.
2. Imbau orangtua segera bawa anak ke Posyandu

Agar target yang hendak dicapai terwujud, Rahmaisa mengimbau kepada seluruh orangtua yang memiliki bayi dan balita segera membawanya ke Posyandu terdekat, sesuai dengan jadwal pelaksanaannya supaya mendapatkan vaksin BOPV dan IPV tersebut.
Rahmaisa berharap program pemerintah dalam vaksin bisa melindungi anak-anak dari virus Polio.
3. Mengenal vaksin Polio

WHO menyebut dua jenis vaksin Polio yang tersedia, yaitu IPV yang dikembangkan oleh Dr. Jonas Salk dan Oral Polio Vaccine (OPV) yang dikembangkan oleh Dr. Albert Sabin. Kedua vaksin tersebut efektif dan aman dalam melawan virus Polio.
Keduanya digunakan dalam kombinasi yang berbeda di seluruh dunia, tergantung dari kondisi epidemiologi dan program lokal suatu negara. Menambahkan penjelasan laman Polio Eradication, tingkat cakupan vaksinasi yang tinggi harus tetap dipertahankan untuk menghentikan penularan dan mencegah terjadinya wabah.



















