Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Faktor Biaya, Jenazah PMI Asal Linggau Tak Dipulangkan dari Kamboja

Faktor Biaya, Jenazah PMI Asal Linggau Tak Dipulangkan dari Kamboja
Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)
Intinya Sih

  • Rahmat Julianto, PMI asal Lubuk Linggau, meninggal dunia di Kamboja dan dimakamkan di sana karena keluarga tidak mampu menanggung biaya pemulangan jenazah sekitar Rp100 juta.
  • Sebelum meninggal, Rahmat mengalami muntah darah hingga koma; pengobatan ditanggung KBRI Kamboja namun nyawanya tak tertolong meski sudah dirawat intensif di rumah sakit setempat.
  • KBRI Kamboja melaporkan sekitar 400 PMI kini meminta dipulangkan ke Indonesia karena kondisi kerja yang tidak sesuai dengan perjanjian awal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lubuk Linggau, IDN Times -‎ Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Lubuk Linggau, Sumatra Selatan (Sumsel) bernama Rahmat Julianto (19) meninggal dunia di Kamboja pada Senin (20/4/2026). Foto Rahmat yang terbaring kritis di ICU salah satu rumah sakit di Kamboja itu sempat viral di media sosial.

Kabar duka ini diterima keluarga melalui sambungan video call dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja pada Senin (20/4/2026) sore. Namun karena keterbatasan biaya pemulangan, pihak keluarga akhirnya mengikhlaskan almarhum untuk dimakamkan di Kamboja.

Rahmat diketahui merupakan warga Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuk Linggau Utara II.

1. Biaya pemulangan jenazah almarhum sekitar Rp100 juta

Ilustrasi Jenazah. (IDN Times/Esti Suryani)
Ilustrasi Jenazah. (IDN Times/Esti Suryani)

Kepala Dinas Sosial Kota Lubuk Linggau Hasan Andria mengatakan, alasan Rahmat dimakamkan di Kamboja karena terkendala biaya. Keluarganya sudah ikhlas dengan membuat surat pernyataan bila Rahmat dimakamkan di Kamboja.

"Pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada KBRI. Alasannya mungkin biaya, karena keluarganya paham untuk memulangkan jenazah almarhum butuh biaya paling tidak Rp100 juta lebih," ujarnya.

2. Almarhum mengalami muntah darah hingga jatuh koma

Ilustrasi pasien. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi pasien. (IDN Times/Aditya Pratama)

Berdasarkan pengakuan keluarga, kata Hasan, Rahmat sempat pulang ke Lubuk Linggau sebelum berangkat ke Kamboja. Saat itu, almarhum masih bekerja di Kota Jakarta.

Kemudian, saat bekerja di Kamboja Rahmat jatuh sakit dengan gejala medis yang serius, antara lain muntah darah. Teman-temannya kemudian membawa Rahmat ke rumah sakit, setelah berkoordinasi dengan KBRI di sana. Pengobatan Rahmat itu dibiayai oleh KBRI.

Namun, Rahmat kemudian kritis dan meninggal dunia. "Penyebab pastinya kami belum tahu," kata dia.

Sejak mendapat informasi kondisi Rahmat di Kamboja, Tim Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinas Sosial Kota Lubuk Linggau langsung turun menemui keluarga almarhum, termasuk menghubungi nomor yang ada di posting-an itu. "Ternyata milik teman almarhum sesama PMI," kata Hasan.

3. Ada 400 orang di KBRI minta dipulangkan ke tanah air

Ilustrasi pekerja migran Indonesia. (IDN Times/istimewa)
Ilustrasi pekerja migran Indonesia. (IDN Times/istimewa)

Menurut Hasan, banyak PMI meminta dipulangkan dari Kamboja karena tidak sesuai dengan perjanjian kerja awal. Hasil koordinasi dengan pihak KBRI ternyata ada sekitar 400 orang yang tengah berada di KBRI berharap untuk dipulangkan ke tanah air.

"Sekarang teman-teman almarhum itu ngumpul di KBRI berharap dipulangkan ke tanah air," ungkapnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More